Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menilai kinerja PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu atau biasa dikenal Bank Bengkulu menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari tren pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), kredit, serta laba yang ditampilkan dalam laporan kinerja terbaru.



‎Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental BPD Bengkulu sebagai bank daerah yang berperan penting dalam mendorong ekonomi regional.

‎“Kinerja PT BPD Bengkulu secara keseluruhan menunjukkan tren positif, terutama pada 2023 hingga 2024. Pertumbuhan aset, DPK, kredit, dan laba sama-sama menunjukkan perbaikan yang menandakan kepercayaan masyarakat dan efektivitas strategi bisnis bank,” ujar Ayu Laksmi Syntia Dewi, saat menyampaikan overview Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu dalam rangka kegiatan Media Update, Journalist Class dan Media Gathering bagi kawan di wilayah Sumatera Bagian Selatan, OJK Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu, di Ballroom Holiday Inn Bukit Randu, Kota Bandar Lampung, Lampung, Jumat (28/11/2025).

‎Berdasarkan data tren total aset, BPD Bengkulu mencatat momentum pertumbuhan yang kuat, terutama pada September 2024 yang naik dan menunjukkan pertumbuhan positif 15,65% pada September 2025.

‎Ayu menjelaskan bahwa kenaikan tersebut tidak hanya dipengaruhi penyaluran kredit, tetapi juga optimalisasi pengelolaan portofolio dan efisiensi operasional.

‎Pada sisi penghimpunan dana, DPK juga mengalami pertumbuhan signifikan, terutama pada September 2024 yang masing-masing mencapai 16,97% dan tahun 2024 mencapai 16,21%. Hingga September 2025, DPK masih tumbuh stabil di angka 11,56%.

‎“Tingginya pertumbuhan DPK menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat Bengkulu terhadap BPD Bengkulu, sekaligus menunjukkan likuiditas yang semakin kuat,” jelas Ayu.

‎Kredit dan Laba Mengalami Pemulihan

‎Setelah sempat tertekan pada 2022, pertumbuhan kredit mulai pulih dan melonjak 12,86% pada September 2024.

‎Sementara itu, laba perusahaan sempat mengalami fluktuasi, namun menunjukkan pemulihan yang baik, terutama pada 2024 dan September 2025 dengan pertumbuhan masing-masing 14,66% dan 15,61%.

‎Ayu menegaskan bahwa kemampuan bank menjaga profitabilitas di tengah dinamika ekonomi merupakan indikator penting dari ketahanan lembaga.

‎Ayu menambahkan bahwa OJK akan terus mendorong BPD Bengkulu memperkuat tata kelola, transformasi digital, serta ekspansi pembiayaan yang sehat.

‎“Kami berharap BPD Bengkulu semakin kompetitif dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor produktif,” pungkasnya.

‎Dengan tren positif ini, OJK optimistis BPD Bengkulu dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang sehat dan berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi Provinsi Bengkulu.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.