Wakil Bupati Solok, H. Candra (29/11)
Solok, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kabupaten Solok terus mengintensifkan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. Dalam konferensi pers di Koto Baru, Kecamatan Kubung, Sabtu, 29 November 2025.
Wakil Bupati Solok H. Candra memaparkan perkembangan terkini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah mempercepat pemulihan pasca bencana.
Konferensi pers turut dihadiri Sekretaris Daerah Solok, Medison, Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajawa, Dandim 0308 Solok, Letkol Sapta Raharja,
Wakapolres Solok Kota Kompol Aliman, Kepala Kejaksaan Negeri Solok, unsur instansi vertikal, OPD, dan seluruh camat.
Status Darurat Ditetapkan 14 Hari
H. Candra menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari hingga 8 Desember 2025. Penetapan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan, terutama di wilayah yang menghadapi kerusakan parah.
“Kordinasi di lapangan terus kami perkuat agar seluruh masyarakat terdampak memperoleh pelayanan yang baik dan cepat,” ujar Candra.
Dijelaskan Candra hingga hari ini, Pemkab Solok mencatat enam titik wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan jembatan dan akses jalan. Lokasi tersebut meliputi Potori Lalang, Moro Busuk, Sawah Sudut Muaro Pingai, Paninggahan (tiga jorong), Simpang Tanjung Nan IV, serta Jorong Taluek Anjalai dan Jorong Taluk Kinari di Kecamatan Danau Kembar.
Selain itu, Jorong Ujung Ladang di Nagari Koto Sani turut mengalami isolasi total.
“Daerah-daerah ini menjadi prioritas. Akses menuju ke sana terputus sehingga kebutuhan pokok harus dipastikan sampai tepat waktu,” tegasnya.
Distribusi Logistik dan Layanan Dapur MDG
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, Pemkab Solok mengerahkan dapur lapangan MDG, yang hingga kini telah menyalurkan 15 ribu paket makanan ke berbagai titik terdampak. Langkah meliburkan aktivitas belajar siswa juga diambil untuk mengurangi risiko keselamatan.
Candra menambahkan, distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh unsur Forkopimda dan OPD terkait agar tidak terjadi keterlambatan.
Perbaikan Akses dan Infrastruktur
Selain penanganan darurat,
pemerintah juga memulai tahapan pembersihan dan pemulihan akses jalan. Sejumlah fasilitas umum dan rumah warga yang tertimbun lumpur akan dibersihkan dan diperbaiki secara bertahap.
“Pemulihan ini membutuhkan kerja bersama. Kami memastikan seluruh OPD bergerak,” katanya.
Apel Gabungan dan Gerakan Gotong Royong
Pada Senin mendatang, Pemkab Solok akan menggelar apel gabungan sebagai bentuk kesiapan kolektif pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan pascabencana.
Candra juga menekankan peran penting pemerintah nagari.

Wakil Bupati Solok, H. Candra (29/11)
Menurutnya, sejumlah nagari sudah menunjukkan kesiapan dukungan, termasuk salah satunya yang berhasil menghimpun sekitar Rp50 juta dari masyarakat dan perantau untuk operasional dapur umum.
“Semangat gotong royong dan kolaborasi ini menjadi kunci agar bantuan yang diberikan mencapai masyarakat secara optimal,” jelas Candra. (Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan