Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu, Pantai Panjang Bengkulu. Berbeda dari sebelumnya, Rakerda kali ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi, melainkan ditekankan sebagai momen penataan ulang struktur dan arah gerak organisasi untuk menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan.

Dengan mengangkat tema “Memperkuat Konsolidasi Organisasi Menuju Senayan 2029”, kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si. Dalam pandangannya, kekuatan Demokrat Bengkulu tidak hanya ditentukan oleh capaian politik, tetapi oleh kualitas tata kelola internal yang kokoh.
“Rakerda ini adalah momentum menyatukan langkah dan memperkuat komitmen perjuangan Demokrat di seluruh wilayah Bengkulu. Kekuatan partai terletak pada soliditas kader dan kedekatan dengan rakyat,” ujar Herman menegaskan pentingnya harmonisasi struktur dari pusat hingga daerah, Kamis malam (11/12/2025).
Herman mengungkapkan bahwa percepatan pelaksanaan Rakerda dilakukan karena tahun 2026 akan memasuki agenda Musda dan Muscab. Melalui langkah ini, konsolidasi organisasi ditargetkan rampung pada 2025 sehingga struktur partai lebih siap menghadapi agenda strategis selanjutnya.
“Karena tahun depan kita memasuki tahun konsolidasi, Rakerda kami tarik maju. Insya Allah tinggal tiga provinsi lagi yang segera diselesaikan. Setelah ini akan dilanjutkan dengan pembekalan dari BSN, BPOK, dan Papilu untuk memperkuat posisi organisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Demokrat berupaya membangun kepemimpinan yang stabil dan berkelanjutan. “Kami tidak ingin terus berganti pemimpin, tetapi ingin membangun organisasi yang lebih permanen. Kader boleh bertambah, tapi jangan berkurang.”
Lebih jauh, Herman menegaskan bahwa konsep kepemimpinan di Demokrat tetap bersandar pada musyawarah mufakat. Tidak ada pembatasan jumlah periode selama pimpinan mendapat legitimasi dari pemilik suara dan mampu meningkatkan performa organisasi.
“Demokrat memegang teguh asas demokrasi. Jika ketua DPD atau DPC ingin melanjutkan periode ketiga atau lebih, silakan saja selama mendapat dukungan dan mampu membawa organisasi lebih baik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Demokrat Bengkulu juga diminta berkontribusi nyata dalam menyukseskan program pemerintah. Herman mengingatkan bahwa kerja politik tidak boleh berjarak dari kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan bahwa Rakerda kali ini belum menyentuh strategi pemenangan Pemilu 2029. Fokus masih diarahkan pada pembenahan internal dan pengembalian tradisi kejayaan Demokrat Bengkulu yang pada 2009 pernah mengirim satu wakil ke Senayan, yakni Dr. Dian Sahrosa.
“Sejarah itu menjadi penyemangat. Jika dulu bisa, maka ke depan sangat mungkin Demokrat Bengkulu kembali meraih kursi DPR RI,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon, menyebut Rakerda tahun ini menjadi titik penting untuk menyatukan energi kader. Menurutnya, arahan langsung dari Sekjen DPP menjadi suntikan semangat baru bagi pengurus dan struktur partai di seluruh daerah.
“Agenda kami hari ini adalah mendengarkan arahan dari Sekjen Demokrat. Beliau memberi motivasi besar bagi para pengurus dan kader di Bengkulu. Harapan kami, sejarah kejayaan Demokrat di Bengkulu dapat terulang, termasuk merebut kembali satu kursi DPR RI pada Pemilu 2029,” ujar Edison.
Ia turut menyampaikan bahwa dorongan dari pusat juga memperkuat tekadnya untuk maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu mendatang, sebagai bagian dari revitalisasi kekuatan Demokrat Bengkulu.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan