Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, organisasi ini menunjukkan konsistensi dalam membangun gerakan yang berorientasi pada aksi nyata, pemberdayaan pengusaha muda, serta kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah. Sejak resmi dilantik pada Desember 2024, BPD HIPMI Bengkulu menghadirkan pendekatan kepemimpinan yang menekankan arah yang terukur, kerja berbasis kolaborasi, dan orientasi pada dampak berkelanjutan.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun ini menjadi bukti bahwa komitmen tidak cukup hanya dituangkan dalam pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan keberpihakan terhadap penguatan sektor usaha di Bengkulu.

Jajaran pengurus BPD HIPMI Bengkulu.

“Satu tahun perjalanan BPD HIPMI Provinsi Bengkulu menjadi bukti bahwa komitmen harus diwujudkan melalui arah dan kerja nyata. Kami ingin memastikan setiap langkah memberikan manfaat bagi pengusaha muda, masyarakat luas, dan daerah,” ujar Yosia, di kediamannya, Selasa (06/1/2026).

Dalam kurun setahun, HIPMI Bengkulu aktif mendorong berbagai kegiatan yang memperkuat kapasitas wirausaha muda, mulai dari pendampingan bisnis, pembukaan akses jejaring nasional, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, hingga keterlibatan dalam diskusi strategis dengan pemangku kepentingan daerah. Organisasi ini menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama dalam setiap langkahnya.

Yosia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi alasan HIPMI dapat bergerak cepat dan relevan di tengah dinamika dunia usaha.

“BPD HIPMI Bengkulu selalu berpegang pada satu keyakinan: kolaborasi adalah kekuatan. Tanpa kolaborasi, kita hanya berjalan sendiri. Tetapi dengan sinergi lintas sektor, kita mampu melahirkan ekosistem usaha yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sinergi tersebut tercermin dari terbentuknya ruang dialog yang semakin terbuka antara HIPMI, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, maupun komunitas masyarakat. Melalui berbagai forum dan program kerja, HIPMI Bengkulu berupaya memastikan bahwa generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sebagai pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Tidak hanya fokus pada penguatan internal organisasi, HIPMI Bengkulu juga berkontribusi langsung dalam mendukung kegiatan sosial, pemberdayaan pemuda, dan peningkatan literasi wirausaha di tingkat daerah. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, organisasi kepemudaan, dan sektor swasta.

Di sisi lain, dukungan terhadap penciptaan iklim investasi dan kemudahan berusaha juga menjadi fokus kerja HIPMI dalam setahun terakhir. BPD HIPMI Bengkulu secara aktif terlibat dalam memberikan masukan terhadap kebijakan daerah yang berkaitan dengan dunia usaha. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk menciptakan ruang usaha yang adil, sehat, dan berkembang.

Yosia menyatakan bahwa perjalanan setahun ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal menuju gerakan yang lebih besar dan berdampak luas.

“Satu tahun ini adalah perjalanan kerja nyata dan pembuktian. Ke depan, BPD HIPMI Bengkulu akan terus melangkah dengan semangat kebersamaan, membawa manfaat, dan memberi dampak berkelanjutan untuk Bengkulu yang semakin maju,” tutupnya.

Dalam memasuki tahun-tahun berikutnya, HIPMI Bengkulu berkomitmen untuk memperluas peran strategisnya sebagai wadah pembinaan dan penguatan pengusaha muda, sekaligus menjadi mitra aktif pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.