SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Gombel sejak Senin (20/4) pukul 09.00 WIB dengan menutup Jalan Gombel Lama dan mengalihkan arus ke Jalan Gombel Baru.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa skema pengalihan arus telah disusun untuk mengakomodasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua hingga kendaraan berat.
Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Tol Srondol–Jatingaleh guna menghindari kepadatan di kawasan Gombel yang memiliki karakteristik tanjakan.
Sementara itu, kendaraan roda empat atau lebih dari arah Banyumanik diarahkan masuk melalui Tol Srondol. Pengendara dari kawasan Bukit Sari dapat memanfaatkan akses Tol Undip Tembalang, sedangkan kendaraan dari Semarang bawah dialihkan melalui Tol Jatingaleh I.
Adapun kendaraan roda dua dari arah Undip dan Tembalang diarahkan melewati Jalan Baru Undip Jangli, kemudian dilanjutkan ke Jalan Kasipah hingga tersambung ke Jalan Dr. Wahidin sebagai jalur alternatif utama.
Selain pengalihan arus, Jalan Gombel Baru diberlakukan sebagai jalur dua arah dengan prioritas bagi kendaraan yang melaju ke arah atas atau tanjakan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus pada titik dengan tingkat kemiringan tinggi.
Dishub juga memastikan bahwa pergerakan lalu lintas lokal tetap difasilitasi melalui penempatan personel di titik penutupan Jalan Gombel Lama, sehingga akses warga sekitar tidak terputus.
Rekayasa lalu lintas ini diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan ke depan. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kepadatan selama masa pekerjaan berlangsung.(day)



Tinggalkan Balasan