Bangka Tengah, Berita Merdeka Online — Seorang tokoh agama yang diketahui berprofesi sebagai pastor di wilayah Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, diduga berupaya mengintervensi pemberitaan media terkait keberadaan gudang penyimpanan minuman beralkohol (minhol) milik seorang pengusaha bernama Achen. Peristiwa tersebut mencuat pada Selasa (20/1/2026).
Informasi ini terungkap berdasarkan keterangan sumber terpercaya yang menyebutkan bahwa oknum pastor tersebut melakukan pendekatan kepada tim media melalui perantara seorang oknum wartawan. Upaya tersebut diduga bertujuan untuk meredam pemberitaan yang sebelumnya menyoroti keberadaan gudang minuman beralkohol yang dinilai meresahkan warga sekitar.
Sumber tersebut mengungkapkan, oknum wartawan yang menjadi perantara bahkan mengirimkan rilis berita versi sepihak mengenai legalitas dan perizinan gudang minuman beralkohol milik Achen.

“Izin bang, jujur ini permintaan pastor di Kampung Jeruk. Jadi saya koordinasi dan mengirimkan rilis terkait gudang Achen,” ujar oknum wartawan kepada tim media.
Tak hanya itu, oknum wartawan tersebut juga mengarahkan agar komunikasi lanjutan dilakukan langsung kepada Achen selaku pemilik gudang.
“Koordinasi langsung saja ya bang setelah rilis dinaikkan,” lanjutnya.
Sikap tersebut menuai reaksi keras dari warga Kampung Jeruk. Sejumlah warga menyayangkan keterlibatan tokoh agama dalam upaya yang dinilai melindungi usaha minuman beralkohol di lingkungan pemukiman.
“Sangat miris. Tokoh agama seharusnya memberi teladan dan fokus pada kegiatan ibadah, bukan justru mengondisikan gudang minuman beralkohol yang jelas meresahkan warga,” ujar seorang warga setempat.
Warga juga mengungkapkan keluhan terhadap sikap Achen yang dinilai kurang bersahabat dengan masyarakat sekitar.
“Kami tahu betul sikap Achen. Dia angkuh dan jarang berbaur. Karena merasa punya kedekatan dengan aparat dan pejabat, dia seperti merasa kebal,” ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Achen belum membuahkan hasil. Bahkan, nomor WhatsApp wartawan yang mencoba meminta klarifikasi dilaporkan telah diblokir oleh yang bersangkutan. (S4F)




5 Komentar
Berita nih penghasutan. Dak pantas sebagai wartawan. Kok malah menghasut2.
Bilangan aja yg nulis berita dan kawan2nya minta duit. Dak seneng orang seneng
Lampirkan bukti minta duitnya..jgn asal ngomong ente …
Berita ini Adalah prodak Pers telah memenuhi unsur 5W+ 1H. dan berimbang dengan bahasa jurnalistik, menerapkan kode etik pers, prinsip praduga tak bersalah.
Berita nih penghasutan. Dak pantas sebagai wartawan. Kok malah menghasut2.
Bilangan aja yg nulis berita dan kawan2nya minta duit. Dak seneng orang seneng. Komen org kok dak bisa tampil berita kosong ni
“Berita ini merupakan produk pers yang telah memenuhi unsur 5W+1H, disusun secara berimbang dengan bahasa jurnalistik, serta menerapkan Kode Etik Jurnalistik dan prinsip praduga tak bersalah.”
Bantu Tunjukan Pragraf Mana Yang menurut Anda kata Menghasud dalam artikel ini.