SEMARANG, Berita Merdeka Online – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional pada tahun 2026.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan penyerapan hasil panen petani lokal serta penguatan distribusi pangan strategis, sebagai bagian dari upaya menjaga swasembada beras, stabilitas harga di tingkat petani, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Bulog tahun ini memperoleh penugasan penyerapan gabah dan beras dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara nasional, target pengadaan mencapai 4 juta ton setara beras. Untuk wilayah kerja Bulog Kanwil Jawa Tengah yang mencakup 25 kabupaten/kota dan berada di bawah koordinasi empat kantor cabang, target pengadaan dalam negeri PSO ditetapkan sebesar 374.658 ton setara beras. Target tersebut mengalami kenaikan sekitar 32 persen dibandingkan tahun 2025.
Selain beras, Bulog juga mendapat mandat penyerapan jagung guna mendukung ketersediaan pangan alternatif.
Dari target nasional sebesar 1 juta ton jagung, Jawa Tengah memperoleh alokasi penyerapan sebanyak 70.000 ton. Di luar penugasan PSO, Bulog turut menyiapkan stok beras kualitas medium dan premium untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial.
Menghadapi musim panen yang mulai berlangsung dan diperkirakan mencapai puncak pada Maret 2026, Bulog Kanwil Jateng menyiapkan langkah strategis sejak dini.
Kesiapan infrastruktur menjadi prioritas, mulai dari ketersediaan gudang, sarana pengeringan, hingga fasilitas pengolahan gabah menjadi beras.
Sarana pengeringan mekanis disiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Tengah, pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 sebagian besar wilayah diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.
Bahkan, sejumlah daerah seperti Pemalang, Tegal, Kendal, Kudus, dan Pati diperkirakan menghadapi curah hujan sangat tinggi.
Kondisi ini menuntut kesiapan fasilitas pascapanen agar kualitas gabah tetap terjaga.
Dalam mendukung kelancaran penyerapan, Bulog Kanwil Jateng menjalin koordinasi dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI dan Polri melalui peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian lapangan, mitra pengolahan, jasa pergudangan, surveyor, hingga penyedia transportasi.
Sinergi tersebut menjadi kunci agar penyerapan dapat berjalan optimal sejak awal musim panen.
Realisasi penyerapan sendiri telah dimulai pada 12 Januari 2026. Hingga 24 Januari 2026, Bulog Kanwil Jateng mencatat serapan Gabah Kering Panen sebesar 4.090 ton dan beras 1.147 ton, atau setara dengan 3.225 ton beras.
Meski serapan di awal tahun masih terbatas karena panen belum merata, Bulog optimistis volume akan meningkat seiring masuknya puncak panen.
Saat ini, Bulog Kanwil Jateng didukung oleh 148 mitra pengolahan dengan kapasitas pengeringan mencapai 6.126 ton per hari serta 148 mitra Rice Milling Unit dengan kapasitas 3.463 ton per hari.
Infrastruktur pergudangan yang tersedia mencapai 109 unit dengan total daya tampung 465.457 ton.
Dengan dukungan lintas sektor, Bulog Jateng optimistis target pengadaan pangan tahun 2026 dapat direalisasikan sesuai rencana.
Editor: Mualim




Tinggalkan Balasan