SEMARANG, Berita Merdeka Online – Menjelang hampir satu tahun masa kepemimpinannya di Jawa Tengah, gaya kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi menjadi sorotan sejumlah anggota DPRD Jawa Tengah.
Berbeda dengan sebagian kepala daerah lain, Ahmad Luthfi dinilai lebih menonjolkan kerja substantif ketimbang pencitraan publik.
Pendekatan tersebut membuatnya tidak terlalu sering tampil di ruang-ruang publik, namun dinilai konsisten menjalankan program-program prioritas.
Penilaian positif itu datang dari lintas fraksi di DPRD Jawa Tengah, mulai dari PKS, Golkar, hingga PDI Perjuangan, meskipun PDIP sebelumnya berada di luar koalisi pendukung pada Pemilu 2024.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menegaskan bahwa kinerja kepala daerah tidak bisa diukur semata dari intensitas kehadiran di tengah masyarakat.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan pemerintahan adalah realisasi program yang berdampak langsung bagi warga.
Ia mencontohkan sejumlah capaian seperti penurunan angka kemiskinan, percepatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, hingga pemberian insentif bagi guru agama dan pengembangan pondok pesantren.
Program-program tersebut, kata Farida, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Gaya kepemimpinan Pak Gubernur memang tidak menonjolkan pencitraan. Beliau bersama Wakil Gubernur Taj Yasin lebih fokus pada kerja-kerja substansial. Programnya mungkin tidak selalu terlihat populer, tetapi dampaknya nyata,” ujar Farida, Senin (2/2/2026).
Menanggapi kritik sebagian warganet di media sosial, Farida menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak mungkin memuaskan semua pihak. Yang terpenting, pemerintah tetap bekerja sesuai rencana dan target yang telah disepakati bersama DPRD.
Farida juga menyoroti kondisi Jawa Tengah yang sejak akhir 2025 dilanda bencana alam secara beruntun, mulai dari banjir hingga tanah longsor di sejumlah daerah seperti Banjarnegara, Cilacap, Kudus, Jepara, Pati, Grobogan, hingga Purbalingga.
Situasi tersebut, menurutnya, menyita perhatian dan energi pemerintah provinsi.
Apresiasi serupa disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Messy Widiastuti.
Legislator dari daerah pemilihan Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes ini menilai koordinasi Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan baik, khususnya saat penanganan bencana di wilayah Muria Raya dan Purbalingga.
Messy juga mengapresiasi program pembangunan sekolah rakyat yang dinilai meringankan beban masyarakat, karena kebutuhan dasar siswa seperti konsumsi, seragam, hingga asrama telah ditanggung pemerintah.
Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar, Padmasari Mestikajati, menilai kinerja Gubernur Ahmad Luthfi tetap solid meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, akselerasi program tetap berjalan dan sejumlah inovasi terus dilakukan.
Ia turut mengapresiasi program perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak, termasuk pengembangan rumah perlindungan perempuan di tingkat bawah sebagai langkah pencegahan kekerasan dan pelecehan.
“Menilai kinerja gubernur tidak bisa hanya dari kehadiran fisik di lapangan. Wilayah Jawa Tengah sangat luas. Yang penting, OPD terkait turun bekerja dan program berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan