Seluma, Beritamerdekaonline.com – Dalam upaya masif meningkatkan standar kemahiran berbahasa nasional, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu melalui Tim Kerja Pembinaan bidang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) resmi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi UKBI Adaptif bagi Pemangku Kepentingan di Kabupaten Seluma.

Sinergi Perkuat Literasi, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Gelar Sosialisasi UKBI Adaptif di Kabupaten Seluma.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 25—26 Februari 2026 ini, menjadi tonggak penting dalam pemetaan kompetensi berbahasa di wilayah tersebut.

‎Bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Seluma, acara ini dihadiri oleh 50 pemangku kepentingan strategis yang terdiri atas Kepala SMA/SMK/MA serta Kepala SMP/MTs, baik negeri maupun swasta, dari seluruh penjuru Kabupaten Seluma. Kehadiran para pimpinan satuan pendidikan ini dinilai krusial karena mereka memegang peranan utama dalam mengimplementasikan kebijakan standar berbahasa di lingkungan sekolah.

‎Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, H. Munarwan Syafui, S.E., M.Pd., yang dalam hal ini diwakili atau didampingi langsung oleh pejabat terkait.

Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan UKBI Adaptif di Kabupaten Seluma. Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik.

‎”Kami sangat mengapresiasi langkah Balai Bahasa Provinsi Bengkulu. Kami berharap seluruh kepala sekolah yang hadir hari ini dapat segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ini dengan menyelenggarakan UKBI di sekolah masing-masing. Hal ini sangat penting untuk mengukur serta meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia para siswa kita secara objektif,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma.

‎Senada dengan hal tersebut, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Mariam Tomy, yang hadir mewakili pimpinan Balai Bahasa, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma serta Cabang Dinas Wilayah VI Seluma. Kerja sama lintas instansi ini dianggap sebagai kunci keberhasilan program strategis nasional di daerah.

‎Mariam Tomy menjelaskan bahwa UKBI Adaptif merupakan instrumen uji yang dirancang untuk mengukur kemahiran berbahasa seseorang secara akurat dan efisien dengan teknologi terkini.

‎”Sosialisasi ini dilaksanakan bukan sekadar seremoni, melainkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan terkait UKBI. Target besar kami pada tahun 2026 adalah tercapainya pemerataan peuji UKBI Adaptif di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

‎Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis. Diharapkan, pada akhir tahun 2026, potret kemahiran berbahasa masyarakat Bengkulu, khususnya generasi muda di Kabupaten Seluma, dapat terpetakan dengan jelas melalui data yang valid dan reliabel. Langkah ini merupakan bentuk dedikasi dalam menjaga martabat bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di tengah tantangan globalisasi.

‎Penyelenggaraan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai tata cara pendaftaran dan pelaksanaan ujian berbasis internet, yang disambut antusias oleh para peserta dari berbagai kecamatan di Seluma.