SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Bangkit Aditya Wiryawan, menilai kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selama setahun terakhir di bawah kepemimpinan Agustina–Iswar menunjukkan capaian positif, khususnya dari sisi ekonomi makro.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,3 persen. Sementara itu, Kota Semarang mampu membukukan pertumbuhan sekitar 5,37 persen atau sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Kontribusi Pemkot Semarang dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi cukup baik. Selama setahun terakhir stabilitas makro relatif terjaga,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut turut berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Kota Semarang. Meski laju penurunannya belum secepat sejumlah daerah lain, tren penurunan tetap terjadi dan dinilai layak diapresiasi.Bangkit Aditya Wiryawan

Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip tersebut, salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi adalah respons cepat pemkot dalam menangani persoalan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang dilakukan secara masif dalam setahun terakhir.

Selain itu, program bantuan operasional RT dinilai cukup efektif dalam mendorong belanja masyarakat sehingga perputaran ekonomi tetap terjaga. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan tetap berasal dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Bangkit mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan. Ia menilai infrastruktur di wilayah pusat kota relatif lebih baik dibandingkan kawasan pinggiran dan perbatasan, sehingga berpotensi memunculkan ketimpangan jika tidak segera diatasi.

Program transportasi publik gratis seperti feeder dan BRT juga dinilai membantu masyarakat, terutama pelajar dan kelompok rentan, karena mampu menekan biaya pengeluaran harian.

Ke depan, tantangan utama Pemkot Semarang masih terkait penanganan rob di wilayah utara kota. Ia menekankan perlunya inovasi kebijakan dan sinergi dengan proyek-proyek besar, termasuk pembangunan tanggul laut, guna mengurangi risiko bencana sekaligus menekan ketimpangan sosial ekonomi.(day)