SLEMAN, Berita Merdeka Online – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat bergantung pada kerja sama yang solid antara seluruh pihak terkait.
Menurutnya, sinergi antara legislatif, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji Indonesia.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri sosialisasi pelaksanaan ibadah haji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (16/05/2026), dalam kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat serta para pengambil kebijakan di bidang perhajian.
Menurut Singgih, kolaborasi antara Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah harus terus diperkuat agar pelayanan haji semakin profesional, efektif, dan berkelanjutan dari tahun ke tahun.
Ia menjelaskan, DPR RI terus menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pengawasan, penganggaran, dan legislasi, agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan jamaah.
Menurutnya, regulasi yang baik harus mampu menjawab kebutuhan riil para calon haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu terus melakukan pembenahan sistem pelayanan secara menyeluruh.
Perbaikan itu mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, penguatan manasik, hingga pendampingan khusus bagi jamaah lanjut usia dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Singgih menilai, pelayanan haji yang ideal harus menghadirkan sistem yang profesional, transparan, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.
Karena itu, koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Apresiasi untuk Embarkasi Haji Yogyakarta
Dalam kesempatan tersebut, Singgih juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menilai daerah ini berhasil menunjukkan perkembangan positif dalam pelayanan jamaah, khususnya pada proses embarkasi melalui Yogyakarta International Airport.
Menurutnya, sistem keberangkatan jamaah melalui bandara tersebut semakin tertata dengan baik.
Pelayanan terpadu bagi calon jamaah juga semakin optimal, didukung koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, petugas haji, dan tenaga kesehatan.
Ia juga menyoroti perhatian yang semakin besar terhadap jamaah lansia serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Penanganan yang cepat dan terencana sejak proses keberangkatan hingga kepulangan dinilai menjadi salah satu kekuatan pelayanan haji di Yogyakarta.
Selain itu, budaya pelayanan yang ramah, tertib, dan penuh kekhidmatan menjadi nilai lebih yang patut dipertahankan.
Singgih berharap pola pelayanan seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Menutup keterangannya, politisi Fraksi Partai Golkar itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, tenaga medis, dan semua pihak yang telah bekerja keras demi kelancaran ibadah para jamaah.
Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan menjadi amal ibadah dan membawa manfaat besar bagi umat, sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan haji Indonesia di masa mendatang.




Tinggalkan Balasan