UNGARAN, Berita Merdeka Online – Warga Rindang Asri, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang menggunung di area pintu masuk wilayah permukiman mereka..

Volume sampah yang melebihi kapasitas kontainer membuat limbah berserakan hingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu warga, Yuli, pada Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasinya secara tuntas.

Menurut Yuli, warga sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun hingga kini, penumpukan sampah masih terus berulang tanpa solusi yang jelas.

“Kami sudah melapor ke DLH, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Sampah tetap saja menumpuk dan sering meluber,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sampah di lokasi tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar.

Sejumlah pihak dari luar wilayah, termasuk pelaku usaha dan swalayan, turut membuang limbah di tempat itu sehingga volume sampah semakin tidak terkendali.

“Yang buang sampah bukan hanya warga sini. Dari desa lain bahkan dari usaha besar juga ikut membuang di sini,” tambahnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terhadap dampak kesehatan.

Bau tidak sedap yang menyebar serta banyaknya lalat dinilai berpotensi menimbulkan penyakit dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Baunya sangat menyengat dan lalatnya banyak sekali. Kami khawatir ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk menertibkan pembuangan sampah serta meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah di wilayah tersebut.

Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat agar tidak ada lagi pihak luar yang membuang sampah sembarangan.

“Kami butuh tindakan nyata. Lingkungan bersih itu hak kami sebagai warga,” tegas Yuli.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. (liem)