Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – BPD HIPMI Provinsi Bengkulu menunjukkan taringnya dalam kancah organisasi nasional. Melalui Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) yang digelar di HIPMI Centre Bengkulu, Selasa (07/4), seluruh jajaran pengurus menegaskan komitmen untuk bergerak dalam satu barisan yang solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan.

Pertemuan strategis ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah momentum krusial untuk menyatukan visi dan misi organisasi. Di tengah dinamika menjelang Musyawarah Nasional (Munas) BPP HIPMI, BPD HIPMI Bengkulu memilih untuk memperkuat konsolidasi internal guna memastikan posisi tawar pengusaha muda Bumi Merah Putih tetap diperhitungkan di tingkat pusat.
Mandat Penuh untuk Ketua Umum
Salah satu poin paling krusial dalam RBPL tersebut adalah kesepakatan bulat dari seluruh pengurus untuk menyerahkan mandat sepenuhnya kepada Ketua Umum Yosia Yodan. Mandat ini mencakup penentuan arah kebijakan, pemberian rekomendasi, hingga penentuan “voters” yang akan mewakili Bengkulu dalam Munas BPP HIPMI mendatang.
Keputusan ini diambil secara demokratis namun tegas, mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kepemimpinan Yosia. Dengan menyerahkan keputusan strategis kepada satu pintu, HIPMI Bengkulu berupaya meminimalisir fragmentasi suara dan memastikan organisasi memiliki posisi yang kuat serta terkoordinasi dalam menghadapi dinamika organisasi nasional.
”Kesolidan pengurus menjadi fondasi utama bagi HIPMI Bengkulu untuk terus bergerak maju. Dengan kebersamaan dan kepercayaan yang diberikan, kita akan menentukan langkah terbaik bagi organisasi dalam menghadapi Munas BPP HIPMI,” ujar Yosia Yodan dalam arahannya yang disambut antusias oleh para peserta rapat.
Menjaga Marwah dan Fokus pada Daerah
Yosia menegaskan bahwa kekompakan bukan hanya soal politik organisasi, melainkan tentang menjaga marwah HIPMI sebagai wadah pencetak pengusaha tangguh. Menurutnya, tanpa adanya kesolidan, peran pengusaha muda dalam mengawal pertumbuhan ekonomi daerah akan sulit berjalan optimal.
Selain fokus pada urusan internal organisasi, RBPL ini juga menjadi ajang pematangan rencana strategis bagi ekonomi daerah. HIPMI Bengkulu secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026.
FORBISDA 2026: Mesin Penggerak Ekonomi Baru
FORBISDA dirancang sebagai wadah katalisator yang mempertemukan para pelaku usaha muda dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Forum ini bertujuan untuk membedah potensi investasi di Bengkulu serta menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif.
Melalui FORBISDA, BPD HIPMI Bengkulu menargetkan lahirnya kolaborasi bisnis lintas sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperluas jaringan usaha pengusaha lokal hingga ke level nasional. Hal ini sejalan dengan visi organisasi untuk tidak hanya sukses dalam tataran organisasi, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat Bengkulu.
Rapat yang berlangsung hangat namun penuh disiplin tersebut ditutup dengan pernyataan komitmen bersama. Seluruh pengurus berikrar untuk mengawal setiap program kerja agar berjalan optimal, memastikan bahwa HIPMI Bengkulu tetap menjadi garda terdepan dalam memajukan dunia usaha dan mencetak lokomotif ekonomi baru di masa depan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan