BATANG, Berita Merdeka Online – Aktivitas penambangan galian C di sejumlah wilayah Jawa Tengah kembali menjadi sorotan.
Maraknya kegiatan ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, karena dikhawatirkan salah satu dari kegiatan penambangan tersebut berpotensi merusak lingkungan jika tidak dilakukan pengawasan yang ketat.
Di beberapa daerah, seperti kawasan aliran sungai dan perbukitan, aktivitas pengambilan material berupa batu, pasir, dan tanah urug terlihat terus berlangsung.
Aktivitas galian C yang tidak terkendali berisiko menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan jika tidak dibarengi dengan proses pengawasan.
Pengambilan material secara masif dapat merusak struktur tanah, mempercepat erosi, hingga memicu longsor dan banjir, terutama saat musim hujan.
Selain itu, penambangan di wilayah sungai juga berpotensi merusak ekosistem air dan mengganggu keseimbangan alam.
Jika kondisi ini terus berlangsung, masyarakat sekitar akan menghadapi ancaman nyata, baik dari sisi keselamatan maupun keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, aktivitas tambang ilegal juga berpotensi merugikan negara dari sektor pendapatan, jika terdapat sejumlah tambang yang tidak mempunyai izin lengkap.
Sejumlah warga di daerah terdampak turut menyuarakan keresahan mereka.
Rudi (45), warga Kabupaten Kendal, mengaku khawatir dengan aktivitas galian C yang semakin marak di wilayahnya.
“Kalau dibiarkan terus, dampaknya pasti ke lingkungan. Jalan jadi rusak, debu di mana-mana, belum lagi kalau musim hujan bisa longsor. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Suyatno (52), warga Kabupaten Batang. Ia menilai aktivitas penambangan yang tidak diurus izinnya hanya menguntungkan segelintir pihak.
“Yang untung hanya pelaku tambang, tapi masyarakat sekitar yang menanggung dampaknya. Kalau memang ilegal, harus ditindak tegas. Jangan sampai negara juga dirugikan,” tegasnya.
Masyarakat dan pemerhati lingkungan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas.
Penertiban secara menyeluruh dinilai penting untuk menghentikan praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.
Selain penindakan hukum, pengawasan di lapangan juga perlu diperketat guna memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan.
Transparansi dalam proses perizinan dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan juga menjadi langkah strategis untuk mencegah praktik serupa terulang.




Tinggalkan Balasan