Lebong, Beritamerdekaonline.com – Dalam upaya membentengi kelestarian bahasa ibu dari kepunahan, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di SMPN 1 Lebong ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 28 hingga 30 April 2026.

Revitalisasi Bahasa Rejang: Balai Bahasa Bengkulu Gembleng Guru Utama di Kabupaten Lebong.
p

‎Kegiatan strategis tersebut dirancang sebagai langkah konkret untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam pengajaran bahasa daerah. Guru dipandang sebagai ujung tombak sekaligus agen perubahan yang mampu mentransfer nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda di lingkungan sekolah.

‎Sebanyak 20 peserta hadir mengikuti rangkaian pelatihan ini. Mereka terdiri atas staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong, guru mata pelajaran bahasa Indonesia, guru muatan lokal, hingga guru pendidikan seni. Fokus utama dari bimbingan ini adalah penguatan Bahasa Rejang, yang merupakan identitas kultural masyarakat di Kabupaten Lebong.

‎Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong, Nenny Tryana, M.Pd., didampingi oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Mariam Tomy, S.E., M.Ak. Dalam sambutannya, Nenny menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi jati diri.

“Peran guru sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Melalui Bapak dan Ibu sekalian, kita memastikan bahwa bahasa ibu tidak hanya berhenti di generasi saat ini, tetapi terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya yang dibanggakan oleh anak cucu kita ke depan,” ujar Nenny Tryana dalam arahannya.

‎Selama bimtek berlangsung, para peserta mendapatkan materi komprehensif dari sejumlah narasumber ahli. Berbeda dengan pelatihan teoretis pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada keterampilan praktis yang menarik bagi siswa. Materi yang disajikan meliputi teknik menulis cerita pendek (cerpen), seni membaca dan menulis puisi, hingga pelestarian Aksara Ulu yang mulai langka. Selain itu, peserta juga dilatih dalam bidang mendongeng, komedi tunggal (stand-up comedy) dalam bahasa daerah, serta pidato bahasa daerah.

‎Mariam Tomy menambahkan bahwa diversitas materi tersebut bertujuan agar pembelajaran bahasa daerah di sekolah menjadi lebih kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan pendekatan yang segar, diharapkan minat siswa terhadap sastra daerah dapat tumbuh secara alami.

‎Melalui bimbingan teknis ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menaruh harapan besar agar para lulusan bimtek mampu menjadi penggerak utama di sekolah masing-masing. Revitalisasi ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan sebuah gerakan moral untuk memperkuat jati diri generasi muda di tengah arus modernisasi yang kian kencang. Dengan kecintaan terhadap bahasa daerah, diharapkan ketahanan budaya bangsa tetap kokoh terjaga.