Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – BPD HIPMI Bengkulu sukses menyelenggarakan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan. Acara yang dipusatkan di Hotel Two K Azana Style Bengkulu ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, pada Selasa (28/4/2026).

FORBISDA HIPMI Bengkulu 2026 di Hotel Two K Azana Style: Targetkan Hilirisasi dan Investasi Daerah.


Forum tersebut menjadi ruang krusial bagi pengusaha muda untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

‎Ketua Bidang X BPD HIPMI Bengkulu sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Forbisda 2026, Masdi Hari Bowo, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung produktif sejak 27 April. Selain diskusi formal di aula hotel, kegiatan juga melibatkan sektor UMKM melalui pameran di area luar ruang kawasan parkir Kraving.

‎”Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari BPC HIPMI kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Bengkulu. Kami juga melibatkan Badan Semi Otonom seperti HIPMI Culinary Indonesia (HCI), HIPMI Peduli, hingga HIPMI PT untuk memastikan terciptanya kolaborasi yang menyeluruh dari berbagai lini usaha,” ujar Masdi dalam laporannya.

‎Salah satu agenda yang mencuri perhatian dalam Forbisda tahun ini adalah “Business Plan Competition”. Kompetisi ini diikuti oleh 43 peserta yang memperebutkan total hadiah lebih dari Rp10 juta, sebagai bentuk stimulus bagi inovasi bisnis rintisan di Bumi Merah Putih.

‎Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, dalam sambutannya menekankan pentingnya mentalitas pemenang bagi putra-putri daerah. Ia menggarisbawahi bahwa pengusaha muda Bengkulu harus memiliki kompetensi dan jejaring yang kuat agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi, bukan sekadar menjadi penonton di tengah masuknya investasi luar.

‎”Tujuan besar kita adalah menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kita harus menjadi praktisi dan penggerak ekonomi yang andal. Untuk mencapai itu, pengusaha muda memerlukan fondasi etika yang kuat, kompetensi yang mumpuni, serta jaringan yang luas,” tegas Yosia. Ia juga mengingatkan pentingnya literasi hukum agar para anggota HIPMI dapat menjalankan bisnis secara profesional dan mampu menghadapi tantangan regulasi di masa depan.

‎Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Sona Maesana, memaparkan data optimistis terkait realisasi investasi di Bengkulu. Pada triwulan pertama tahun 2026, nilai investasi telah mencapai Rp2,6 triliun. Namun, Sona memberikan catatan kritis mengenai sebaran investasi yang saat ini masih cenderung terpusat di wilayah perkotaan.

‎”Sesuai dengan arah kebijakan nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sektor investasi memiliki peran yang sangat vital. Kita harus mulai beralih dari sekadar ekspor bahan mentah menuju program hilirisasi. Dengan pengolahan di dalam daerah, nilai tambah ekonomi akan dinikmati langsung oleh masyarakat Bengkulu,” ungkap Sona.

‎Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang hadir mewakili Gubernur Helmi Hasan, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam memberikan kemudahan bagi dunia usaha. Menurutnya, pembangunan daerah yang ideal harus bertumpu pada sinergi tiga pilar: pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

‎”Pemerintah terus mendorong kemudahan investasi, termasuk percepatan pengembangan kawasan industri Pulau Baai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Forum seperti Forbisda ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus melahirkan langkah konkret dalam menciptakan lapangan kerja,” pungkas Mian.

‎Melalui FORBISDA 2026 di Hotel Two K Azana Style ini, HIPMI Bengkulu diharapkan mampu melahirkan nota kesepahaman bisnis baru yang memperkuat posisi pengusaha lokal dalam rantai pasok nasional.