SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kawasan Simpang Lima berubah jadi lautan antusiasme, Minggu (3/5), saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti Lumpiavaganza, inovasi kreatif dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang yang sukses memadukan gerakan peduli lingkungan dengan pelestarian kuliner khas.
Melalui skema sederhana namun berdampak, warga cukup menukarkan 5 botol plastik bekas untuk mendapatkan 1 voucher lumpia, dengan maksimal dua voucher per orang. Program ini bukan sekadar gimmick perayaan, tetapi strategi cerdas Pemerintah Kota Semarang dalam membangun budaya baru: sampah bernilai, lingkungan lebih bersih.
Penukaran botol plastik telah dimulai sejak 26–30 April 2026 melalui jaringan bank sampah di tingkat kelurahan, dan memuncak di Lapangan Simpang Lima pada hari pelaksanaan. Hasilnya, ribuan botol plastik berhasil dikumpulkan sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri. Buang sampah pada tempatnya, dan botol plastik bisa kita tukar jadi lumpia,” tegasnya.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, Lumpiavaganza juga menjadi panggung pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak 33 UMKM klaster lumpia di ibu kota Jawa Tengah dilibatkan untuk memenuhi penukaran voucher, memastikan perputaran ekonomi tetap hidup sekaligus menguatkan identitas lumpia sebagai ikon kuliner Semarang.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di titik-titik penukaran. Banyak peserta bahkan telah menyiapkan botol plastik sejak beberapa hari sebelumnya—bukti bahwa gerakan ini diterima dan dijalankan dengan penuh kesadaran.
Melalui Lumpiavaganza, Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina menghadirkan perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna—menggerakkan, memberdayakan, dan menanamkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari warga.(day)



Tinggalkan Balasan