Bengkulu, Beritamerdekaonline.com– Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peranan krusial sebagai penjaga nalar demokrasi dan motor penggerak peradaban bangsa. Hal tersebut disampaikannya usai memberikan kuliah umum di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam rangkaian kunjungan kerja di tanah kelahirannya.

Sultan Najamudin: Kampus adalah Laboratorium Peradaban Menuju Indonesia Emas 2045.


‎Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyatakan komitmen pribadinya untuk selalu menyambangi kampus setiap kali melakukan kunjungan ke daerah. Bagi Sultan, kampus bukan sekadar tempat belajar-mengajar, melainkan sebuah laboratorium ilmu pengetahuan yang mampu mencerminkan kondisi sosial dan politik suatu bangsa.

‎”Dari denyut kampus, kita bisa melihat apa yang terjadi dalam kehidupan demokrasi dan sosial politik di sebuah daerah, bahkan dalam spektrum negara yang lebih besar. Itulah alasan mengapa saya selalu menyempatkan diri untuk berdiskusi dan memotivasi mahasiswa,” ujar Sultan.

‎Menyinggung visi Indonesia Emas 2045, Sultan mengingatkan bahwa menyiapkan generasi unggul tidak dapat dilakukan secara mendadak atau instan. Meskipun waktu dua puluh tahun ke depan terasa masih cukup lama, perencanaan dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dimulai sejak dini melalui bangku perkuliahan.

‎Menurutnya, mahasiswa saat ini harus mulai membangun kepercayaan diri dan terus berlatih agar layak menduduki posisi puncak kepemimpinan pada masa mendatang.

“Kuncinya ada pada generasi muda, pada mahasiswa-mahasiswinya. Kita harus siap menghadapi tantangan agar benar-benar layak hadir di pusat kejayaan Indonesia pada 2045 kelak,” tambahnya.

‎Terkait peran mahasiswa dalam menjaga demokrasi, Sultan menekankan pentingnya sikap kritis yang dibarengi dengan gagasan solutif. Ia berharap kampus tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang membangun.

‎”Kampus harus terus menjaga demokrasi. Akan jauh lebih baik jika kritik membangun yang disampaikan juga disertai dengan ide atau gagasan mengenai penyelesaian masalah. Itu akan jauh lebih hebat,” pungkas Sultan.

‎Kunjungan ini mempertegas posisi DPD RI dalam merangkul kaum intelektual sebagai mitra strategis untuk membangun bangsa, sekaligus memberikan inspirasi bagi mahasiswa Bengkulu agar terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan nasional.