Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Akhir-akhir ini perubahan cuaca yang kian tidak menentu atau kerap dikenal dengan istilah sebagai musim pancaroba saat ini mulai dirasakan masyarakat Kota Arga Makmur dan beberapa wilayah di Kecamatan Bengkulu Utara.

“Dimana dengan keadaan cuaca tidak menentu ini berlalu dalam beberapa bulan akhir ini, dampaknya bisa saja membuat daya tahan tubuh lebih rentan terserang berbagai penyakit. Apalagi kondisi lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang biak secara masif.

Bisa saja dengan keadaan cuaca seperti ini berbagai penyakit musiman seperti influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang dan menjadi ancaman yang patut diwaspadai.

 aktivitas perkantoran pemerintah daerah terkait pembahasan APBD dan anggaran belanja pegawai di Bengkulu Utara.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara (BU), Faizal Hadi, S.KM, M.Si kepada media ini mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, untuk tidak lengah dan mulai melakukan langkah-langkah pencegahan sejak awal (dini-red).” Ujarnya, Kamis (7/05/2026).

Perubahan cuaca di masa pancaroba ini memang memaksa tubuh bekerja lebih, maka dari itu kunci utama ada pada sistem imunitas. Jadi kami meminta masyarakat Bengkulu Utara, untuk proaktif dalam hal ini menjaga kebersihan lingkungan disekitar, dan asupan gizi, agar tubuh tidak tumbang dan selalu tetap sehat.

Juga galakkan Gerakan 3M Plus khusus untuk mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), pastikan lingkungan rumah bebas dari genangan air, dan rutinlah seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan kelambu atau losion antinyamuk.

Terakhir Plt Kadinkes BU, mengingatkan masyarakat BU agar tidak ragu membawa anggota keluarga ke Puskesmas atau juga fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila merasakan gejala penyakit, tentunya penanganan medis yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit berkembang parah, dan tentunya kita berharap jauh dari resiko penyakit tersebut. Tutupnya. (Adv)