SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat program “Semarang Bersih” sebagai strategi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kebijakan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, berbagai langkah dilakukan untuk menekan volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.
Salah satu program utama yang dijalankan adalah gerakan zero waste berbasis masyarakat, yang mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui pola konsumsi lebih bijak, pemilahan sampah, serta penguatan daur ulang.
Selain itu, Pemkot Semarang juga membentuk Satgas Berlian (Satuan Petugas Bersih Sungai dan Lingkungan) di setiap kelurahan. Satgas ini berperan menjaga kebersihan lingkungan, sungai, serta meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kawasan masing-masing.
Optimalisasi bank sampah di seluruh wilayah Kota Semarang juga menjadi kebijakan penting dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Program tersebut memungkinkan masyarakat memilah sampah bernilai ekonomi sehingga mampu mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menyatakan bahwa pembenahan tata kelola persampahan tidak hanya dilakukan melalui sistem retribusi non tunai yang transparan, tetapi juga melalui penguatan program lingkungan jangka panjang.
Menurutnya, kombinasi digitalisasi sistem retribusi dengan program kebersihan berbasis masyarakat menjadi langkah strategis menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.
Melalui kebijakan zero waste, Satgas Berlian, dan bank sampah, Pemkot Semarang menargetkan terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih sehat, bersih, serta mampu mendukung visi pembangunan berkelanjutan di masa depan.(day)



Tinggalkan Balasan