SRAGEN, Berita Merdeka Online – Komandan Korem 074/Warastratama, Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., melaksanakan kunjungan kerja untuk melihat langsung perkembangan program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jumat (15/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Danrem didampingi Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., serta Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.IP., M.A. Kehadiran mereka bertujuan memastikan seluruh sasaran fisik berjalan sesuai rencana menjelang penutupan program.

Program TMMD yang dimulai sejak 22 April 2026 dan dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah itu terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Salah satu sasaran utama yang ditinjau yakni pengecoran jalan sepanjang 1.100 meter serta pembangunan talud sepanjang 150 meter di Desa Puro.

Jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan tiga desa sekaligus mendukung aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Infrastruktur ini dinilai sangat strategis dalam memperlancar distribusi hasil panen dan menunjang perekonomian warga.

TMMD Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Kolonel Inf M. Arry Yudistira menegaskan bahwa program TMMD menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang sangat membutuhkan sentuhan infrastruktur.

Menurutnya, lokasi pembangunan dipilih karena berada di jalur perbatasan desa yang sangat penting bagi aktivitas pertanian masyarakat serta mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya produksi beras.

“Pemerataan pembangunan melalui TMMD sangat efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan. Jalan ini menjadi akses penting bagi masyarakat dan sangat menunjang ekonomi warga,” ujar Danrem.

Selain pembangunan jalan, rombongan juga meninjau program unggulan TNI AD lainnya seperti pembangunan sumur bor di Desa Pelemgadung yang memberikan akses air bersih bagi masyarakat.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sunarni dan Ibu Sri Supadmi di Desa Puro.

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Gotong Royong Tetap Menjadi Semangat Utama

Danrem menegaskan bahwa TMMD bukan hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi nilai penting yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman yang semakin individualistis.

Ia berharap seluruh hasil pembangunan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi desa.

“Saya berharap hasil pembangunan ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang demi kemajuan wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin menjelaskan bahwa selain pembangunan fisik, TMMD juga menjalankan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan masyarakat seperti penanganan stunting dan posyandu, hingga penyuluhan pertanian dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Melalui TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun desa dari berbagai aspek.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan dari desa merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.