SEMARANG | Berita Merdeka Online — Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensinya.
Menjawab tantangan tersebut, guru-guru Madrasah Aliyah Swasta (MAS) se-Kota Semarang mengikuti Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pada 17 Juni 2026 itu merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wahid Hasyim.
Pelatihan bertujuan membekali para guru dengan keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih dinamis, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.
Peserta yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Madrasah Aliyah Swasta (PKMAS) mendapatkan berbagai materi mulai dari pengenalan media pembelajaran interaktif, pemanfaatan Canva Code, dasar-dasar koding sederhana, hingga penggunaan kecerdasan artifisial sebagai pendukung penyusunan materi ajar yang efektif dan menarik.
Ketua PKMAS, K.H. Nadlirin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para guru untuk mengembangkan media pembelajaran secara kreatif dan mandiri, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif,” ungkapnya.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Ir. Arief Hidayat, S.Kom., M.Kom., Ersila Devy Rinjani, M.Pd., dan Fari Katul Fikriah, S.ST., M.Kom., dengan dukungan dua mahasiswa, Dania Sella Novita dan Efitda Hanim.
Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafaat, S.T., M.T., saat membuka acara menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah dalam mendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi.
“Kampus memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan dan inovasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi secara optimal guna meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung merancang media pembelajaran digital yang dapat diterapkan di kelas.
Metode tersebut memungkinkan guru memahami secara konkret bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mencoba berbagai fitur teknologi yang diperkenalkan dalam pelatihan.
Ketua tim pengabdian, Arief Hidayat, berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.
“Penguasaan teknologi digital, termasuk koding dan kecerdasan artifisial, akan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan guru Madrasah Aliyah Swasta di Kota Semarang semakin siap menghadapi perubahan dunia pendidikan serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif, inspiratif, dan berorientasi pada perkembangan teknologi.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan