Pengunjung Terluka di Wahana Rainbow Slide Nagura, Pengelola Janji Tingkatkan Pengawasan

Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Seorang pengunjung Playground Nagura yang berlokasi di Jalan Baru Tanjung, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur, mengalami luka serius pada bagian mulut setelah bermain di wahana Rainbow Slide, Sabtu (18/7/2026). Korban menilai tidak ada petugas maupun papan peringatan yang menginformasikan kondisi wahana sebelum digunakan.

Korban berinisial RA, tercatat sebagai warga Silaing Bawah, mengatakan dirinya datang bersama suami dan dua anak perempuannya untuk menghabiskan akhir pekan di lokasi tersebut. Setelah anak-anak bermain di area playground, ia dan suaminya sempat beristirahat di lantai dua Nagura Cafe sebelum kembali mendampingi mereka.

Saat kembali ke area permainan, RA melihat permukaan lintasan Rainbow Slide dalam keadaan basah. Menurut dia, lintasan tersebut baru saja disiram. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah wahana sudah aman digunakan karena tidak melihat adanya petugas maupun papan pemberitahuan mengenai kondisi seluncuran.

RA kemudian menaiki ban seluncur bersama salah seorang anaknya. Ketika meluncur, ban yang mereka gunakan melaju hingga menghantam besi penahan di ujung lintasan. Ia menduga bantalan pengaman di bagian akhir seluncuran tidak menutupi seluruh bagian besi sehingga masih terdapat celah.

Akibat benturan itu, mulut RA menghantam bagian depan besi pembatas hingga mengalami robekan pada jaringan mulut dan gusi.

“Darah yang keluar sangat banyak. Awalnya saya mengira hidung saya yang berdarah,” ujar RA kepada Berita Merdeka Online di Padang Panjang, Jumat (24/7/2026).

Setelah kejadian, RA mengatakan bahwa pihak pengelola Playground Nagura mendatanginya dan menyarankan agar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang Panjang. Namun, keluarga memilih membawa RA ke rumah sakit lain di Kota Padang Panjang untuk mendapatkan penanganan medis.

RA sempat menyatakan selama menjalani perawatan di rumah sakit sampai hari Senin (20/07) hanya didampingi pihak pengelola. Menurutnya, pemilik usaha tidak terlihat di rumah sakit saat dirinya menjalani perawatan.

Menanggapi hal tersebut, Penanggung Jawab Playground Nagura, Tommy Rifka Datuak Siajo Diajo, membenarkan telah terjadi insiden yang melibatkan salah seorang pengunjung. Ia mengatakan kecelakaan tersebut merupakan yang pertama sejak Playground Nagura mulai beroperasi pada Januari 2026.

“Sebelumnya aman-aman saja. Musibah ini merupakan pertama kali terjadi. Malang indak dapek ditolak, mujur indak dapek diraih. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar pukul 11.55 WIB saat menjelang waktu istirahat,” kata Tommy saat ditemui Berita Merdeka Online di kawasan Nagura, Jumat sore (24/7/2026).

Tommy mengatakan pihak pengelola bertanggung jawab terhadap proses penanganan korban. Seluruh biaya kontrol pascaperawatan ditanggung oleh pihak Nagura, sedangkan biaya perawatan selama korban dirawat di rumah sakit telah ditanggung melalui BPJS atas nama korban.

Ia juga meluruskan informasi terkait kehadiran pemilik usaha. Menurut Tommy, pemilik Nagura telah menjenguk korban di rumah sakit pada Senin (20/7/2026).

“Kami berharap Ibu RA segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Ke depan kami akan lebih memperhatikan aspek keselamatan dan meningkatkan pengawasan di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan di wahana permainan, termasuk penyediaan informasi yang memadai kepada pengunjung serta pengawasan selama wahana beroperasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari instansi terkait mengenai hasil evaluasi terhadap wahana Rainbow Slide pasca-insiden tersebut.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.