Bengkulu Tengah, Beritamerdekaonline.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Berlian Utama Harta, S.H., M.H., dari Fraksi Partai Golkar melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu Utara–Bengkulu Tengah pada Masa Sidang II Tahun Sidang 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MTs Mambaul Ulum Yayasan Al Muttaqin Bengkulu, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah.

‎Reses DPRD Provinsi Bengkulu Berlian Utama Harta Serap Aspirasi Warga Bengkulu Tengah, Guru TPQ dan Insentif Perangkat Desa hingga BPJS Jadi Sorotan.


‎Reses dihadiri masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pengurus organisasi kepemudaan, serta pengelola lembaga pendidikan. Hadir pula Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum KH. Ahmad Imam Royani, Ketua Yayasan Al-Muttaqin Bengkulu Rengga Setiawan, Ketua PC Ansor Bengkulu Tengah Nanang Safrudin, serta Kepala Desa Harapan Makmur Tri Ekana Supri Santoso.



‎Dalam dialog bersama masyarakat, berbagai persoalan disampaikan secara langsung kepada legislator Partai Golkar tersebut. Salah satu aspirasi datang dari Parman, warga Kecamatan Pagar Jati, yang menyampaikan keluhan mengenai belum lancarnya pembayaran insentif perangkat desa.

‎Menanggapi hal itu, Berlian Utama Harta mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu diperjuangkan bersama, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah. Menurutnya, dampak kebijakan efisiensi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh berbagai sektor pemerintahan.

‎Ia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten juga memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi agar hak perangkat desa dapat segera dipenuhi. Berlian mengaku memahami keresahan yang dirasakan para perangkat desa dan menilai permasalahan tersebut harus segera diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

‎Sebagai bentuk komitmen, Berlian menyatakan akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di tingkat kabupaten untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia juga membuka ruang komunikasi dengan perwakilan perangkat desa agar langkah-langkah penyelesaian dapat dilakukan secara bersama-sama.

‎Selain persoalan perangkat desa, aspirasi juga datang dari pihak MTs Mambaul Ulum. Perwakilan sekolah menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya peralatan olahraga untuk mendukung aktivitas belajar para siswa.

‎Menanggapi usulan tersebut, Berlian meminta pihak sekolah segera menyiapkan proposal yang memuat daftar kebutuhan secara rinci. Proposal tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memperjuangkan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku.

‎Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Berlian langsung memberikan bantuan untuk membantu pengadaan sarana yang dibutuhkan MTs Mambaul Ulum.

‎Tidak hanya itu, perwakilan ibu-ibu Darul Ulum juga menyampaikan harapan agar memperoleh dukungan bagi kegiatan sosial yang selama ini terkendala keterbatasan dana. Menanggapi permohonan tersebut, Berlian menyatakan kesediaannya menjadi donatur dan menyerahkan bantuan pribadi sebagai dukungan awal bagi kegiatan organisasi tersebut.

‎Sementara itu, Kepala Desa Harapan Makmur Tri Ekana Supri Santoso menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat desa. Di antaranya pelayanan kesehatan, banyaknya kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum aktif, serta penyaluran bantuan sosial yang dinilai masih menghadapi kendala.

‎Ia juga menyoroti permasalahan data desil penerima bantuan sosial yang mengacu pada data kependudukan nasional sehingga masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan, tetapi belum terakomodasi dalam daftar penerima.

‎Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapan agar terdapat perhatian terhadap keberlangsungan organisasi Ansor dan Banser di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka berharap dukungan dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu dapat membantu pengembangan kegiatan organisasi kepemudaan tersebut.

‎Aspirasi lainnya datang dari pengelola TPQ Mambaul Ulum yang mengungkapkan masih minimnya honor bagi para guru mengaji. Mereka berharap adanya donatur tetap agar operasional TPQ dan kesejahteraan para tenaga pengajar dapat lebih terjamin.

‎Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dicatat sebagai bahan perjuangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD Provinsi Bengkulu.

‎Dalam kesempatan tersebut, Berlian Utama Harta menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan wadah untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki.

‎”Kami akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan kami koordinasikan, sedangkan yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan melalui DPRD Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, pada akhir kegiatan reses Berlian Utama Harta juga membagikan bantuan sembako berupa beras masing-masing sebanyak 5 kilogram kepada 200 warga Bengkulu Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai 1 ton beras dan diterima langsung oleh masyarakat yang hadir.

‎Pembagian bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Selain menjadi ajang menyerap aspirasi, kegiatan reses juga diharapkan semakin mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat tersampaikan secara langsung dan diperjuangkan melalui jalur legislatif.



Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.