Kaur, Beritamerdekaonline.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, telah mencapai 93,69 persen. Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026 untuk melayani 270 peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.

‎Sekolah Rakyat Kaur Capai 93,69 Persen, Kanwil DJPb Bengkulu Pastikan Siap Beroperasi 14 Juli 2026.


‎Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan operasional Sekolah Rakyat di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, pada 9 Juli 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kanwil DJPb Bengkulu dalam mengawal optimalisasi pemanfaatan APBN agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai 93,69 persen. Capaian tersebut melampaui target yang telah direncanakan sebelumnya. Percepatan pembangunan terus dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan.

‎Mohamad Irfan Surya Wardana mengatakan Sekolah Rakyat dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

‎”Sekolah ini dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat komprehensif. Saat ini berbagai fasilitas utama seperti gedung sekolah, asrama siswa, tempat tinggal untuk guru, tempat ibadah atau masjid, dan dapur telah berdiri,” ujar Mohamad Irfan Surya Wardana.

‎Ia menjelaskan, keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar secara optimal sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman bagi peserta didik.

‎Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kaur memiliki pagu anggaran sebesar Rp504,8 miliar yang bersumber dari APBN. Selain memperluas akses pendidikan berkualitas, proyek tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

‎Selama proses pembangunan, proyek ini telah menyerap sekitar 1.360 tenaga kerja harian. Penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi proyek terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kaur.

‎Menurut Mohamad Irfan Surya Wardana, pengawalan terhadap proyek strategis nasional dilakukan secara kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal.

‎Ia berharap Sekolah Rakyat Kabupaten Kaur dapat mulai beroperasi sesuai jadwal pada 14 Juli 2026 sehingga masyarakat segera memperoleh manfaat dari hadirnya fasilitas pendidikan tersebut.

‎Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam memanfaatkan APBN untuk mendukung pemerataan pendidikan berkualitas. Melalui pembangunan fasilitas pendidikan yang representatif, pemerintah berupaya memperluas akses layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu.

‎Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan program-program yang didanai APBN agar tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.



Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.