BENGKULU UTARA, Beritamerdekaonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Rapat paripurna tersebut berlangsung di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Forum ini menjadi bagian dari tahapan pembahasan rancangan APBD 2027 antara legislatif dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam pandangan umum yang disampaikan melalui juru bicara masing-masing fraksi, DPRD menyoroti sejumlah aspek penting dalam penyusunan anggaran. Beberapa perhatian utama mencakup efisiensi belanja daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penentuan prioritas pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri pimpinan DPRD, anggota dewan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Pandangan umum fraksi menjadi ruang bagi DPRD untuk memberikan catatan dan masukan terhadap rancangan kebijakan anggaran yang diajukan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, fraksi-fraksi DPRD secara umum menekankan agar belanja daerah disusun berdasarkan skala prioritas. Efisiensi anggaran dinilai penting agar sumber daya keuangan yang tersedia dapat diarahkan kepada program yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Efisiensi bukan semata-mata pengurangan belanja, melainkan memastikan setiap alokasi anggaran memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
DPRD juga mendorong agar program pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi mempertimbangkan hasil dan manfaat yang diterima masyarakat.
Masukan tersebut menjadi catatan dalam proses pembahasan Raperda APBD 2027 sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya.
Selain efisiensi belanja, peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pandangan umum fraksi.
DPRD mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pendapatan yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Bengkulu Utara di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus berkembang.
Optimalisasi PAD juga perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kondisi masyarakat dan pelaku usaha sebagai pihak yang menjadi sumber penerimaan daerah.
Dengan peningkatan pendapatan yang terukur, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal lebih besar untuk membiayai program prioritas tanpa terlalu bergantung pada sumber pembiayaan dari luar daerah.
Dalam pembahasan Raperda APBD 2027, DPRD juga menaruh perhatian terhadap sektor pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan.
Infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai penting mengingat luas wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Selain infrastruktur, sektor kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian. Kedua sektor tersebut berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik dan peningkatan sumber daya manusia.
DPRD berharap pengalokasian anggaran dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemerataan pembangunan juga menjadi bagian penting agar manfaat APBD tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Menanggapi pandangan umum fraksi, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE, M.AP, mengatakan pemerintah daerah akan mengarahkan kebijakan pembangunan pada sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati menyebut kesehatan, pendidikan serta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah membutuhkan strategi agar pembangunan tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan kemampuan APBD.
“Menghadapi kondisi APBD yang mengalami defisit, pemerintah daerah menyiapkan strategi dengan memfokuskan optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah. Selain itu, mengingat luasnya wilayah Bengkulu Utara yang tidak bisa hanya mengandalkan APBD semata,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya melihat sisi belanja, tetapi juga berupaya memperkuat sumber penerimaan daerah.
Bupati Arie juga mendorong seluruh OPD agar lebih aktif mencari peluang pendanaan melalui program pemerintah pusat.
OPD diminta melakukan pendekatan dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait untuk memperoleh dukungan anggaran dari APBN yang dapat diarahkan ke program pembangunan di Bengkulu Utara.
Strategi tersebut menjadi penting karena kemampuan APBD daerah memiliki keterbatasan, sedangkan kebutuhan pembangunan di wilayah yang luas membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih besar.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai program pembangunan dapat tetap berjalan tanpa sepenuhnya membebani APBD Kabupaten Bengkulu Utara.
Setelah pandangan umum fraksi disampaikan, tahapan pembahasan Raperda APBD 2027 akan berlanjut sesuai jadwal yang ditetapkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Bengkulu Utara.
Agenda berikutnya adalah penyampaian jawaban atau tanggapan eksekutif terhadap pandangan umum fraksi DPRD.
Tahapan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan dan respons atas berbagai catatan yang disampaikan masing-masing fraksi.
Pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan rancangan APBD sebelum ditetapkan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui pembahasan tersebut, DPRD dan Pemkab Bengkulu Utara diharapkan dapat menyusun anggaran yang realistis, efisien, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagi daerah, keberhasilan APBD bukan hanya diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga dari ketepatan sasaran program serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. (Adv/Yaap)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan