Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Direktur PT Qona’ah Urwah Lillah (QULTour), H. Fauzan Zufa, S.IP., menginisiasi kegiatan sertifikasi pemimpin tur (tour leader) profesional bagi pelaku usaha perjalanan ibadah haji dan umrah di Bengkulu. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong peningkatan profesionalisme dan standardisasi kompetensi tenaga pendamping perjalanan ibadah.

Fauzan menjelaskan, dalam industri perjalanan ibadah haji dan umrah, terdapat dua jenis sertifikasi yang perlu dibedakan, yakni sertifikasi pemimpin tur dan sertifikasi pembimbing ibadah. Keduanya memiliki fungsi serta kompetensi yang berbeda.
“Dalam dunia usaha perjalanan haji dan umrah, ada dua sertifikat yang perlu dimiliki, yaitu sertifikat pemimpin tur dan sertifikat pembimbing ibadah. Kedua sertifikat ini berbeda,” ujar Fauzan, di Hotel Two K Azana Style Bengkulu, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, gagasan penyelenggaraan sertifikasi pemimpin tur profesional di Bengkulu telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan melalui inisiatif QULTour.
Ia menilai, peningkatan perhatian terhadap persyaratan sertifikasi dan standar kompetensi dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah membuat sertifikasi profesional semakin relevan bagi para pelaku usaha.
“Sejak tahun lalu saya sudah ingin membuat kegiatan ini. Alhamdulillah, sekarang dapat diinisiasi dan dilaksanakan untuk pertama kalinya,” katanya.
Fauzan menambahkan, sebagian peserta yang mengikuti kegiatan tersebut telah memiliki pengalaman mendampingi jemaah haji dan umrah. Pengalaman lapangan itu menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin tur maupun pendamping jemaah.
Meski demikian, menurut dia, pengalaman saja perlu diimbangi dengan pengakuan kompetensi melalui proses pengujian dan sertifikasi sesuai standar yang berlaku.
“Kalau berbicara pengalaman, insyaallah mereka sudah mumpuni karena sudah sering membawa jemaah. Namun, mereka tetap perlu mengikuti uji kompetensi agar kemampuan yang dimiliki dapat dinilai berdasarkan standar yang berlaku,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, QULTour berharap kompetensi para pemimpin tur perjalanan ibadah di Bengkulu semakin terukur dan profesional. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah.
Fauzan menegaskan bahwa sertifikasi pemimpin tur dan sertifikasi pembimbing ibadah merupakan dua hal berbeda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai fungsi, persyaratan, dan standar masing-masing sertifikasi menjadi penting bagi pelaku usaha perjalanan ibadah.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan