Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Temu BIPA bertajuk Diplomasi Bahasa dan Budaya melalui Program BIPA di Aula Bukit Daun, Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3, Universitas Bengkulu, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang peran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Sc., didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., serta narasumber Prof. Dr. Arono, M.Pd., dan Ildi Kurniawan, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, menyampaikan bahwa Temu BIPA yang dikemas dalam bentuk seminar panel merupakan salah satu upaya nyata untuk memperluas pemasyarakatan program BIPA, khususnya di kalangan generasi muda.
“Program BIPA tidak hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan bahasa Indonesia kepada penutur asing perlu disertai pemahaman terhadap budaya, nilai-nilai, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran BIPA dapat berperan sebagai bagian dari diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Diikuti 100 Mahasiswa, Termasuk 25 Mahasiswa Asing
Temu BIPA diikuti oleh 100 mahasiswa FKIP Universitas Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 25 mahasiswa merupakan penutur asing yang berasal dari Pakistan, Thailand, Vietnam, Gambia, Sierra Leone, Sudan, dan Yaman. Mereka sedang menempuh pendidikan di Universitas Bengkulu.
Keterlibatan mahasiswa asing dalam kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenal keragaman latar belakang bahasa dan budaya secara langsung. Interaksi tersebut juga dapat memperluas wawasan mengenai komunikasi lintas budaya dan peluang pengembangan layanan kebahasaan.
Dekan FKIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Sc., mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Temu BIPA.
“Kami mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik, memperoleh pengetahuan baru, dan menerapkan praktik baik dari program BIPA,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan mahasiswa asing sebagai bagian dari proses pembelajaran lintas budaya di lingkungan kampus. Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing dinilai dapat menjadi ruang praktik untuk memahami dinamika komunikasi antarbudaya sekaligus mengenali peluang pengembangan layanan bahasa.
“Keberadaan mahasiswa asing tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lokal untuk berlatih berkomunikasi lintas budaya secara langsung. Pengalaman ini dapat membuka wawasan mengenai peluang pengembangan layanan kebahasaan,” tuturnya.
Dorong Lahirnya Calon Pengajar BIPA
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap semakin banyak generasi muda yang memahami dan tertarik mendalami program BIPA. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya calon pengajar BIPA yang memiliki kompetensi kebahasaan, wawasan yang luas, serta pemahaman budaya yang memadai.
Pengembangan BIPA tidak hanya berfokus pada kemampuan mengajarkan bahasa Indonesia, tetapi juga pada kemampuan memperkenalkan budaya Indonesia secara tepat kepada penutur asing. Oleh karena itu, calon pengajar BIPA perlu memiliki keterampilan komunikasi antarbudaya agar pembelajaran berlangsung efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi duta bahasa dan budaya Indonesia ketika kembali ke negara masing-masing. Pengalaman belajar dan berinteraksi selama menempuh pendidikan di Indonesia dapat menjadi bekal untuk memperkenalkan bahasa Indonesia serta keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat di negara asal mereka.
Melalui Temu BIPA, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berupaya memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan bahasa Indonesia di ranah internasional. Program BIPA diharapkan terus berkembang sebagai sarana pembelajaran bahasa sekaligus jembatan diplomasi budaya yang mempererat hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan