SAMOSIR, Beritamerdekaonline.com – Bergerak dari Posko Pemenangan di Pusat Kota Terminal Onan Baru Pangururan, Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang (Vantas) beserta tim, menuju Parsattian Tuan Saribu Raja Batu Hobon di Sianjur Mulamula Samosir,  Jumat (4/9/2020).

Tak lupa dari mana berasal, keduanya bangga menganakan tali-tali ulos mangiring sebagai insan yang terlahir sebagai cucu Si Raja Batak.

Ketua Tim Pemenangan Vantas yakni Pahala Tua Simbolon mengatakan, Vandiko dan Martua beserta tim sengaja pergi ke Batu Hobon. Bukan tidak masuk akal, alasan Vantas ke Batu Hobon sebagai bentuk kecintaan dan membuktikan dari mana berasal.

Apalagi, Sianjur Mulamula merupakan tempat Si Raja Batak dititiskan. Lalu memulai peradaban bahkan sudah memiliki konsep ketatanegaraan.

Dengan iring-iringan konvoi, memasuki Sianjur Mulamula Rombongan pantas melewati Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera itu.

Sepanjang jalan, saat melintas di pinggang Gunung Pusuk Buhit spontanitas warga meneriakkan yel-yel sebagai bentuk support pasangan Vantas dapat menjadi Pemimpin yang baik di Samosir ke depan.

Tiba di Batu Hobon Parsattian Tuan Saribu Raja, Rombongan Vantas langsung membayarkan retribusi masuk untuk menambah PAD Samosir.  Apalagi, sebelumnya Vantas sempat dilarang Pemkab melalui Dinas Pariwisata.

Disambut Raja-raja Bius sekitaran Sianjur Mulamula, Vantas diarak menuju Batu Hobon selaku Parsattian Tuan Saribu Raja yang merupakan satu dari leuhur marga-marga Batak. Menaruh segala hormat tiba di tempat leluhur, Vantas membuka alas kaki dan berdoa secara khusuk dan pamit kepada Tuan Saribu Raja.

Vandiko mengatakan, berziarah ke Parsattian Tuan Saribu Raja bagian penting dari perjalannya. Termasuk bagi Martua Sitsnggang, katanya mereka berdua menyadari Sianjurmulamula adalah sebagai titik nol peradaban Bangso Batak.

Sebagaimana, lanjut Vandiko masyarakat Batak tentunya telah lama mengenal konsep ketatanegaraan. Hal itu dibuktikan dengan tata kelola melalui Raja Bius yang mengatur hak ulayat, irigasi pertanian hingga urusan spiritual dulunya.

Sayangnya, pemerintahahn sudah membelakangkan nilai-nilai luhur yang terlahir dari peradaban Batak. Kian lama semakin luntur semisal semangat kegotongroyongan dan rasa menghargai di tingkat desa.

Karenanya, Pasangan Vantas bertekad membawa Samosir lebih maju ke depan. Dan tidak lupa menerapkan nilai-nilai luhur dalam memimpin Samosir sebagaimana asal muasal Bangsa Batak terlahir.

Dalam rangka ziarah ke Batu Hobon, Vantas melanjutkan perjalanan ke Tano Lapang Sipitu Dai. Di sana Vantas berdeklarasi dengan dukungan Partai Politik besar, tepatnya di Depan Rumah Tokoh Nasional asal Sianjur Mulamula, Benny Pasaribu. (Nio)

Penulis : Nio


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.