Soe-NTT, Beritamerdekaonline.com – Meski kasus telah dilaporkan oleh korban ke Mapolsek Amanatun Utara, namun pelaku masih saja berkeliaran walau proses hukum sedang berjalan.
Menurut sumber yang enggan disebut namanya, mengatakan, FT selama ini berada di seputar Desa Sambet, Kec. Toianas, Kab. Timor Tengah Selatan, di rumah mama kecilnya dan kadang muncul di rumah orangtuanya walau hanya beberapa jam.
Untuk memuluskan aksi busuk dan jahatnya dalam melakukan penipuan, FT dengan cara berpura-pura baik dan berpacaran dengan pria bernama Saul Kabnani (SK), warga Desa Nano, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
FT, berhasil menipu SK, 1 (satu) buah motor Honda Supra GTR, dengan Nomor Polisi DH 3249 BU, dan sejumlah uang dengan alasan bersedia dinikahi setelah menyelesaikan kuliahnya.
SK, menceritakan bahwa, ia merasa yakin kelak bisa menjadikan FT, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang semester akhir, sebagai istri berdasarkan kata-kata FT dan mama angkat serta bapak kandung FT. Mereka menyuruhnya pergi bekerja di Kalimantan untuk membiayai FT kuliah dan kalau FT sudah menyelesaikan kuliah barulah FT bisa dijadikan istri.
Menurut SK, sejak tahun 2017 sampai Desember 2020 ia bekerja sebagai buruh kelapa sawit di Kalimantan, dan setiap bulan gajinya dikirim untuk bayar kos serta makan minumnya FT dan setiap 6 bulan bayar regist kuliah, bahkan pulsa untuk bapaknya Rp. 100 ribu/bulan. Demikian juga motor, itu dikredit selama 17 bulan dengan rincian perbulan Rp. 1.792 ribu.
Namun, tak disangka setelah pengiriman uang yang terakhir, FT mulai beralasan bahwa ATMnya error, jadi FT minta agar transfer saja lewat nomor rekeningnya ST yang notabene adalah mama kecilnya. Dan mulai saat itu juga FT sang pujaan hati mulai sulit untuk dapat dihubungi.
“Saya rasa seluruh tubuh saya lemah tak bertenaga. Seolah-olah mau gila saja. Tapi untung ada saudara saya yang kuliah di kampus yang sama, maka saya mencoba menanyakan tentang FT. Namun apa yang saya dapat, bagai disambar petir beritanya bahwa FT selama ini sudah menjalin hubungan dengan pria lain dan motor yang saya kredit dan sudah lunas itu dipakai oleh pria tersebut,” ceritera Saul Kabnani
Ia menambahkan, bahwa setelah mendengar itu, maka tanpa pikir panjang, ia mengambil keputusan untuk pulang Kupang.
Setelah sampai di Kupang, ia mencoba menghubungi FT dan apa yang ia dapat dari jawaban FT, “Lu jangan coba-coba datang ketemu dan cari saya, karena keluarga saya semua orang jahat, kalau lu datang berarti dong akan bunuh lu dan kalau lu mau ambil motor, lu harus kasih uang Rp. 20 juta,” cetusnya.
Bukan saja ancaman saya dapat dari FT, tapi juga datang dari seorang laki-laki yang mengaku bernama Jefri Bere, dia telp dan bilang.
“Sekarang FT sudah menjadi istri saya, jadi kalau saya tau kamu ada telp dia, maka saya akan cari dan bunuh kamu,” tambah SK.
Maka pada hari Selasa (11/5/2021), SK melaporkan kasus ini ke Mapolsek Amanatun Utara, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pada hari Kamis (13/5/2021), pihak Polsek telah menemui FT dan keluarganya dan memberikan waktu 1 Minggu untuk FT dapat menghubungi SK untuk mencari jalan keluar.
Dan pada hari Kamis (20/5/2021), FT beserta YN dan ST datang menepati apa yang Polsek tetapkan, namun disebabkan Kapolsek tidak berada ditempat tapi meninggalkan pesan untuk kembali sebentar siang.
Namun tak disangka begitu kembali ke rumah, FT dan mama angkatnya YN, langsung dibawah oleh seorang oknum berinisial AN, yang mengaku guru pada SMPN 2 Kota Kupang menuju Kupang.
Warga sekitar mengatakan bahwa saat mereka akan berangkat, mereka mengatakan bahwa tidak ada masalah lagi.
Sedangkan mama besar FT, menceriterakan bahwa AN bilang FT harus dibawah kembali ke Kupang, karena pihak STAKN baru saja panggil untuk pulang kuliah, dan bila Polisi datang cari maka Polisi akan berhadapan dengan saya, dan jangankan Polisi, Presiden pun saya akan hadapi. Pesan AN kepada MN. Kamis (20/5/2021)
Mendengar informasi yang berkembang, maka pihak STAKN dicoba untuk dihubungi, tapi jawabannya bahwa mahasiswi bernama FT tidak ada namanya dalam semester akhir.
Warga lain mengatakan bahwa motor dimaksud, dititipkan pada salah seorang berinisial AN, warga Kelurahan Manulai 2 Kampung Lama, Kota Kupang.
Korban penipuan yang dilakukan oleh FT dengan janji mau dinikahi hanyalah menjadi modus buat memperdaya laki-laki dengan janji mau dinikahi.
Menurut cerita warga Desa Muni yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa selain SK ada juga pria lain berinisial DB, warga Desa Muni, Kecamatan Amanatun Utara juga menjadi korban penipuan berkedok janji bersedia dinikahi dan saat ini korban masih berada di Kalimantan.
Kapolsek Amanatun Utara, IPDA Jemi Jermias Soleman, saat dikonfirmasi membenarkan atas laporan tersebut. (Albon)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan