Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Bengkulu, Yudi Irawan, menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AAUI yang digelar di Jakarta dan diikuti oleh seluruh cabang AAUI se-Indonesia bersama kantor pusat.

Dalam pernyataannya, Yudi menjelaskan bahwa Rakernas tahun ini menjadi momentum penting untuk membahas perkembangan industri asuransi umum serta mengevaluasi kinerja cabang di seluruh daerah.
Menurut Yudi, forum Rakernas tidak hanya berfokus pada peninjauan capaian selama satu tahun terakhir, tetapi juga pada sinkronisasi rencana kerja antara pusat dan cabang untuk tahun mendatang.
“Rakernas membahas perkembangan industri asuransi umum, kemudian evaluasi kinerja cabang serta sinkronisasi rencana kerja pusat-cabang untuk tahun berikutnya,” ujarnya, usai menghadiri senam bersama dalam rangka HUT ke-14 OJK, di halaman kantor OJK Provinsi Bengkulu, Sabtu (22/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, AAUI menetapkan rumusan program kerja 2025 yang mencakup harmonisasi kegiatan utama cabang. Beberapa kegiatan yang menjadi prioritas antara lain peringatan Hari Asuransi, peningkatan program literasi dan inklusi keuangan, serta pelaksanaan workshop yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia di sektor asuransi. Yudi menyebutkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu agenda penting mengingat tuntutan kompetensi di industri asuransi semakin tinggi.
Selain itu, cabang-cabang AAUI di seluruh Indonesia juga didorong untuk melaksanakan kegiatan sosial dan menonjolkan kearifan lokal masing-masing daerah. Hal ini dianggap penting guna meningkatkan kedekatan industri asuransi dengan masyarakat serta memperkuat citra positif di tingkat regional.
Dari sisi tata kelola, AAUI menekankan perlunya setiap cabang memperkuat struktur organisasi melalui pembentukan sekretariat tetap, penyusunan laporan keuangan rutin, serta koordinasi berkala dengan AAUI pusat.
“Rakernas turut menetapkan kewajiban setiap cabang untuk menyampaikan harapan kerja daerah guna menetapkan action plan dan rencana keuangan 2025,” jelas Yudi.
Dalam rangka memberikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai sepanjang tahun, AAUI juga memberikan penghargaan kepada sejumlah cabang serta ketua cabang terbaik. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh cabang untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi dalam pengembangan industri asuransi umum di Indonesia.
Kegiatan Rakernas ditutup dengan penandatanganan kesepakatan Rakernas 2025 sebagai simbol komitmen bersama untuk memperkuat industri asuransi secara nasional. Penandatanganan ini menjadi bentuk nyata keinginan AAUI untuk membangun kolaborasi yang lebih solid antara pusat dan daerah.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah tingkat literasi keuangan masyarakat, terutama mengenai asuransi yang dinilai masih rendah. Berdasarkan hasil survei terbaru, literasi keuangan terkait asuransi baru mencapai sekitar 22,25 persen. Yudi menegaskan bahwa hal ini akan menjadi fokus utama tahun depan.
“Ke depan, kita akan masifkan lagi literasi keuangan ke masyarakat,” tuturnya.
AAUI menargetkan peningkatan signifikan dalam persentase literasi keuangan melalui kampanye edukasi yang lebih intensif dan terstruktur.
“Target kita dari Rakernas adalah meningkatkan nilai persentase literasi keuangan, khususnya tentang asuransi. Harapannya, pemahaman masyarakat semakin baik,” imbuhnya.
Dengan berbagai program dan komitmen baru hasil Rakernas, AAUI optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri asuransi yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan