SEMARANG, Berita Merdeka Online — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong penguatan hubungan budaya Kota Semarang dan Prancis melalui pertukaran sastra, sinema, seni, dan literasi. Kerja sama tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang perjumpaan bagi penulis, seniman, komunitas, dan masyarakat untuk saling mengenal serta menghasilkan karya bersama.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pemutaran film-film pendek Prancis dalam Festival Film Pendek Kota Semarang pada 23 Oktober mendatang. Kota Semarang juga merencanakan festival literasi bertaraf internasional pada tahun depan yang akan mempertemukan penulis, komunitas pembaca, penerbit, toko buku, dan pegiat resensi buku.

Agustina berharap festival literasi tersebut dapat membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus mempertemukan penulis dengan penerbit. Pertemuan itu diharapkan memberi kesempatan bagi karya sastra untuk berkembang dan membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.

“Kami berharap Kedutaan Besar Prancis dapat mempertimbangkan untuk ikut serta dalam festival literasi yang akan kami laksanakan tahun depan,” ujar Agustina.

Pengembangan hubungan budaya ini juga berlangsung melalui seni dan program pertukaran penulis. Residensi Silang Rimbaud, misalnya, membuka kesempatan bagi penulis Indonesia dan Prancis untuk saling mengenal melalui pengalaman dan lingkungan tempat mereka berkarya.

Agustina mencontohkan karya Emmanuel Lemeilleur yang merekam Kota Semarang melalui sketsa. Pengamatan tersebut tidak hanya menampilkan bangunan bersejarah, tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui sudut pandang orang yang datang dari luar, keseharian warga dapat dilihat kembali dengan cara yang berbeda.

Menurut Agustina, hubungan budaya dapat tumbuh melalui perjumpaan semacam itu, dari seni, sastra, hingga sinema. Ia berharap semakin banyak kegiatan yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan seniman dan penulis dari Prancis.

Harapan tersebut disampaikan Agustina dalam rangkaian kegiatan di kantor baru Alliance Française Semarang di kawasan Lamper, Kamis (8/10) malam.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Prancis dan pihak Alliance Française atas perhatian serta kerja sama yang telah terjalin.

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyoroti peran Alliance Française sebagai penghubung pertukaran budaya sekaligus pengembangan kerja sama pendidikan, perguruan tinggi, dan mobilitas pelajar. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kota Semarang terhadap penguatan hubungan tersebut.

Agustina berharap semakin banyak perjumpaan yang lahir dari kerja sama ini, sehingga hubungan Kota Semarang dan Prancis terus berkembang melalui karya, persahabatan, dan pengalaman budaya yang dibagikan bersama.

“Semoga gedung baru akan semakin mengalirkan banyak perjumpaan untuk memunculkan banyak karya, banyak persahabatan, dan banyak cerita baru antara Semarang, Indonesia dan Prancis,” pungkas Agustina.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.