“Alhamdulillah berkat kerja keras tim di lapangan, akses sudah kembali normal. Kita tetap imbau masyarakat yang melintas di kawasan Kelok 8 dan Kelok 10 untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi lereng masih berpotensi longsor,”

Maninjau, Agam, Berita Merdeka Online – Kabar baik datang dari kawasan wisata dan jalur vital Kelok 44 Maninjau. Bencana tanah longsor yang sebelumnya menutup akses di Kelok 8, Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Jumat (25/9/2026) sore, kini sudah berhasil ditangani.

Material longsor yang sebelumnya menutup sebagian besar badan jalan dan mengganggu mobilitas masyarakat yang melintas dari Lubuk Basung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya, kini sudah dibersihkan.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima dari Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sekitar pukul 15.13 WIB, material yang longsor bukan berasal dari tebing murni, melainkan dari karung berisi pasir yang dijadikan penahan tebing.

Material karung pasir tersebut sebelumnya berada sebagai penahan di kawasan Kelok 10. Diduga akibat curah hujan yang tinggi dan beban, tahanan karung tersebut bergeser dan materialnya turun hingga ke Kelok 8 dan menutup akses jalan.

Informasi berikutnya menyebutkan, longsoran di Kelok 10 menyebabkan tahanan karung bergeser dan material turun deras ke arah Kelok 8, sehingga terjadi penumpukan material yang cukup tebal di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, akses di kawasan Kelok 10 sempat lumpuh total dan untuk sementara waktu tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini sempat membuat antrean panjang kendaraan terjadi di kedua sisi jalan.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua pada saat kejadian masih dapat melewati jalur tersebut dengan sangat hati-hati karena material licin dan lereng masih labil.

Namun berkat kerja cepat dan sigap dari petugas di lapangan, penanganan dan pembersihan material longsor berhasil dilakukan dengan cepat agar akses jalan dapat kembali normal.

Petugas dari BPBD Kabupaten Agam bersama masyarakat setempat, relawan KSB dan dibantu alat berat telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan pembersihan material longsor.

Upaya pembersihan yang dilakukan secara intensif sejak sore hingga petang akhirnya membuahkan hasil. Akses jalan yang tertutup material pasir kini sudah terbuka kembali.

Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, membenarkan bahwa akses jalan kini sudah kembali normal dan bisa dilalui.

“Benar, telah terjadi longsor material karung pasir dari Kelok 10 yang turun menutup akses di Kelok 8 Maninjau pada sore ini sekitar pukul 15.13 WIB. Alhamdulillah, saat ini longsor di Kelok 8 dan Kelok 10 sudah bisa dilewati roda empat,” ujar Abdul Ghafur.

Ia menjelaskan bahwa alat berat yang dikerahkan sejak sore bekerja maksimal untuk membersihkan tumpukan material pasir yang menutupi badan jalan.

“Alhamdulillah berkat kerja keras tim di lapangan, akses sudah kembali normal. Kita tetap imbau masyarakat yang melintas di kawasan Kelok 8 dan Kelok 10 untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi lereng masih berpotensi longsor,” pungkasnya.

Masyarakat yang akan melintas di kawasan Kelok 44 Maninjau kini sudah dapat melintas dengan normal, namun tetap diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada, terutama saat hujan lebat. (KN)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.