SEMARANG, Berita Merdeka Online – Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) pagi setelah menjalani perawatan akibat cedera saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan duka cita atas meninggalnya atlet tersebut. Dia berharap keluarga besar Kota Semarang diberi ketabahan serta kekuatan untuk meneruskan perjuangan almarhumah.

“Perjuangannya akan selalu kita kenang dan semangatnya kita bawa dalam pundak kita. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya,” ujar Agustina saat ditemui di Balaikota.

Agustina mengaku telah menerima informasi bahwa Ayudiah menjalani operasi pada bagian jari. Namun, dia belum mendapatkan laporan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya atlet tersebut.

“Informasi yang saya terima, operasinya operasi jari. Tapi apa penyebab meninggalnya, saya belum mendapat informasi yang pasti,” katanya.

Agustina mengatakan akan mencari informasi lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut. Dia juga menyoroti pentingnya evaluasi keselamatan atlet menyusul meninggalnya dua atlet dalam pelaksanaan Porprov Jateng 2026, termasuk seorang atlet selam dari Kabupaten Jepara.

Menurut Agustina, evaluasi terhadap penyelenggaraan cabang olahraga selam sedang dilakukan. Dia berharap hasil evaluasi segera diperoleh agar dapat menjadi dasar perbaikan prosedur keselamatan dalam kompetisi berikutnya.

Dia menyebut penyelenggara dan pihak-pihak yang bertanggung jawab perlu memperbaiki prosedur operasional serta memastikan kondisi kesehatan atlet sebelum bertanding.

“Memastikan sebelum menyelam atlet itu dalam keadaan sangat sehat,” ujarnya.

Terkait meninggalnya Ayudiah, Agustina mengaku belum menerima laporan resmi. Meski demikian, dia menilai pemeriksaan kesehatan atlet perlu menjadi perhatian dalam seluruh cabang olahraga.

Agustina juga mengingatkan kondisi cuaca dapat memengaruhi kesiapan fisik atlet. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi, asupan makanan sehat, serta pemeriksaan kesehatan sebelum pertandingan perlu diperhatikan.

Selain itu, dia meminta penyelenggara melakukan pemeriksaan berulang terhadap aspek keselamatan untuk mengantisipasi potensi cedera selama pertandingan.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap atlet sehingga keselamatan dan kesehatan mereka tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.