Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Akses jalan Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, sudah dalam empat hari ini lumpuh total, setelah rell Motor Lori Ekspres (Molek) yang biasa digunakan warga untuk keluar masuk desa (akses jalan-red) saat ini tidak bisa digunakan, karna jalur rell yang biasa dilalui Molek tersebut tertimbun oleh longsor.

“Misnawati Warga Lebong Tandai Bengkulu Utara (BU) saat memberikan informasi kepada media ini mengatakan kami warga Lebong Tandai Bengkulu Utara (mewakili- red) sangat kesulitan saat ini untuk keluar masuk desa, dimana ketika di dalam perjalanan kami warga harus turun gonta ganti Molek akibat longsor dan jembatan rusak. Kemudian kembali menyambung dengan alternatif lain menaiki kendaraan roda empat melalui jalur Pt. Alno.”

Sampai saat ini sepertinya belum ada sama sekali tanggapan darurat atau reaksi cepat dari pemerintah daerah setempat untuk membantu, apa kami ini bukan bagian dari BU sampai-sampai kami masyarakat Desa Lebong Tandai BU seperti terkucilkan atas kejadian ini, harus bekerja ekstra sendiri bergotong royong menggangkut material tanah timbunan longsor menutupi rell Molek kurang lebih 10 meter, setidaknyalah ada sentuhan dari pemerintah. Ujarnya, Rabu (17/9/2025).

“Sebelumnya untuk jalur yang kembali tertimbun longsor dititik dua pernah dibantu oleh TNI, namun saat ini kembali longsor, bukan dititik dua saja longsor juga terjadi dititik satu tidak jauh dari jalur lobang/trowongan dan tidak bisa dilalui Molek. Untuk dititik tiga jembatan tersebut memang terbilang sudah tua peninggalan zaman penjajah belanda dahulu dimana kondisi saat ini tiang penyanggah dari jembatan atau besi jembatan tersebut sudah terlihat bengkok kebawah terlihat ingin ambrol.”

Masih disampaikanya, sekarang Molek yang biasa masuk ke Desa Lebong Tandai BU tidak bisa masuk, dan terparkir tak jauh dipertengahan jalur tepatnya sebelum jembatan ronggeng. Ini akibat longsor di dua titik dan jembatan rusak, sebaliknya untuk Molek dari Desa ketika ingin keluar harus melewati titik longsor dan jembatan rusak. Kemudian setelah melewati tiga titik jalur Molek tersebut, warga kembali harus menyambung lagi menggunakan kendaraan Roda Empat melewati jalur/jalan tanah kawasan Pt. Alno.

Dan juga sebaliknya akibat longsor tersebut, harga barang-barang (sembako-red) di Desa melonjak naik drartis dengan alasan ongkos terbilang cukup menaiki Molek belum lagi ongkos kendaraan Roda Empat (R4). Tiga kali menyambung Molek dan satu kali menaiki kendaraan roda empat melewati jalur tanah Pt. Alno. Jelasnya.

Dan juga sebaliknya akibat longsor tersebut, harga barang-barang (sembako-red) di Desa melonjak naik drartis dengan alasan ongkos terbilang cukup mahal menaiki Molek belum lagi ongkos kendaraan Roda Empat (R4). Tiga kali menyambung Molek dan satu kali menaiki kendaraan roda empat melewati jalur tanah Pt. Alno. Jelasnya. (Yapp)