Beritamerdekaonline.com, Indramayu, Tiga ribu massa Forum Indramayu Menguggat (FIM) besok akan mengepung Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Al-Zaytun (MAZ).

Mereka akan mendatangi Ponpes dan menyampaikan tuntutannya di depan Ponpes terbesar di Asia Tenggara ini.

Saat awak media mengkonfirmasi kepada salah satu pengurus Lembaga Kesejahteraan Masjid (LKM) Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun terkait rencana aksi FIM ke Ponpes hari ini.

“Menurut berita di radar sepeti itu. Mereka mau demo..,” kata Ali Aminullah lewat pesan WAG, rabu tadi (14/6/23).

Adapun tuntutan yangvakan disampaikan oleh pendemo ada 5 hal yaitu Pertama, usut tuntas dugaan “Ajaran sesat Al Zaytun Indramayu” dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama RI.

Kedua, Usut tuntas “Dugaan tindak pidana pemerkosaan’ yang dilakukan oleh Panji Gumilang terhadap saudari Kartinih wanita asal Indramayu.

Ketiga, Tegakkan (Undang-Undang Pokok Agraria (UU PA) tentang kepemilikan tanah dan tindak pidana penguasaan tanah. Diduga Al Zaytun Indramayu tanah rakyat dan menguasai ribuann hektar yang tidak jelas izin peruntukkannya. (Lidik Pencucian uang)

Keempat, hentikan pembuatan Dersus (Dermaga khusus) Al Zaytun Indramayu, di Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, dan jalan khusus/jalan pribadi yang sedang dibuat di Desa Loyod Wangok, disambungkan lurus dengan Al Zaytun Indramayu.

Kelima, Bubarkan dan Tutup Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu karena tidak ada manfaat sama sekali untuk masyarakat.

Dalam aksi FIM besok, humas Ali juga menyampaikan aksi demo adalah bagian dari demokrasi.

“Kita menunggu saja. Demo itu bagian dari demokrasi. Semua aktivitas pendidikan berjalan sebagaimana biasanya di Ponpes AlZaytun,’ kata Ali lewat WAG.

Namun, pihaknya akan menyambut pendemo FIM dengan mengerahkan massa tiga kali lipat lebih dari massa FIM. “Kami akan menyambut pendemo sejumlah 10 000 massa,” ujarnya.

Ia mengatakan tidak tahu menahu asal pendemo FIM sejumlah 3000 massa yang akan mendatangi Ponpes Ma’had.

“Sepertinya demo bayaran, yang biasa demo di berbagai tempat,” pungkas Ali.

Karena sambung Ali berdasarkan informasi yang diperoleh dari aparat desa, sama sekali warganya tidak ada yang ikut melakukan aksi demi ke Ponpes Al-Zaytun. (@ms)