Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Anggapan bahwa Mega Mall Bengkulu mulai sepi pengunjung tampaknya terpatahkan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sejak siang hari, suasana atrium pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu itu justru dipadati pengunjung dan peserta lomba solo song yang digelar oleh Marta Entertainment. Alunan suara merdu para peserta menggema, menarik perhatian masyarakat yang tengah berbelanja maupun sengaja datang untuk menyaksikan ajang adu vokal tersebut.

Lomba solo song ini diikuti oleh 71 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Mereka datang tidak hanya dari Kota Bengkulu, tetapi juga dari sejumlah kabupaten, seperti Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, hingga Kepahiang. Antusiasme peserta dan penonton membuat area atrium tampak ramai dan hidup sepanjang kegiatan berlangsung.
Marketing dan Event Mega Mall Bengkulu, Martha, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Mega Mall untuk terus menghadirkan hiburan kreatif dan ruang berekspresi bagi masyarakat. Menurutnya, lomba solo song menjadi salah satu upaya untuk menarik minat pengunjung sekaligus mendukung pengembangan bakat seni, khususnya di bidang tarik suara.
“Ini masih dalam rangka komitmen Mega Mall untuk terus memberikan gebrakan-gebrakan terbaru. Di bulan ini kami menghadirkan lomba solo song, dan bulan depan akan ada lagi lomba-lomba lain yang lebih menarik,” ujar Martha di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, lomba solo song kali ini tercatat sebagai kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan sebelumnya di Mega Mall Bengkulu. Hingga penutupan pendaftaran dan proses registrasi ulang, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 71 orang.
“Ada 71 peserta yang mendaftar dan melakukan registrasi ulang. Ini jumlah yang cukup besar. Ada dua kategori yang diperlombakan, yaitu kategori pop dan kategori dangdut,” jelasnya.
Menariknya, lomba ini tidak hanya diikuti oleh peserta remaja dan dewasa, tetapi juga melibatkan peserta usia anak-anak. Tercatat sekitar tiga peserta masih berusia antara enam hingga tujuh tahun atau masih duduk di bangku sekolah dasar. Kehadiran peserta usia dini tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Martha menyebutkan, keikutsertaan anak-anak dalam lomba ini tidak terlepas dari peran orang tua yang ingin melatih mental dan keberanian anak tampil di depan umum. Oleh karena itu, pihak penyelenggara tetap memberikan ruang dan fasilitas yang sama bagi seluruh peserta.
“Orang tua memang ingin anak-anaknya mengasah mental untuk tampil di depan umum. Jadi kami tetap memfasilitasi mereka, selama sesuai dengan ketentuan lomba,” tambahnya.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Marta Entertainment dengan dukungan penuh dari pihak Mega Mall Bengkulu. Pihak manajemen mall menyediakan fasilitas atrium secara gratis, lengkap dengan sarana pendukung seperti tata suara dan panggung, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.
Terkait sistem penilaian, Martha menegaskan bahwa tidak ada pembagian kategori berdasarkan usia peserta. Penjurian dilakukan secara umum dengan menitikberatkan pada teknik vokal, kualitas suara, penguasaan lagu, serta penampilan di atas panggung.
“Tidak masalah meskipun ada peserta yang masih kecil. Kalau mereka sudah terlatih dan terbiasa bernyanyi, mereka sudah memahami olah vokal. Yang terpenting adalah kesesuaian dengan kategori lagu yang dipilih, apakah pop atau dangdut,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Mega Mall Bengkulu berharap dapat terus menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai wadah hiburan, kreativitas, dan pengembangan bakat masyarakat Bengkulu dari berbagai kalangan usia.

Tinggalkan Balasan