SEMARANG, Berita Merdeka Online – Tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan kini menuntut peran nyata dari berbagai kalangan, termasuk dunia akademik.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar National Student Conference on Sustainability yang berlangsung di Aula Kampus 2 Unwahas, Kamis (22/1/2026) lalu.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Konferensi nasional ini mengusung tema “From Green Minds to Green Actions: Empowering Young Generation for Real Actions”, yang menegaskan pentingnya transformasi kesadaran lingkungan menjadi aksi konkret.

Melalui forum ini, Unwahas mendorong generasi muda agar tidak hanya memahami isu keberlanjutan secara teoritis, tetapi juga berani terlibat langsung dalam solusi di lapangan.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin.

Mahasiswa dari beragam latar belakang keilmuan diharapkan dapat saling bertukar gagasan dan membangun sinergi untuk merespons persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM, dalam sambutannya menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai pelopor gerakan keberlanjutan.

Menurutnya, kampus tidak cukup hanya menjadi pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak perubahan sosial dan lingkungan.

“Kita tidak kekurangan wacana tentang lingkungan. Yang masih dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai aksi nyata. Melalui konferensi ini, Unwahas ingin menciptakan ruang bagi ide-ide mahasiswa agar dapat diuji, dikembangkan, dan diwujudkan menjadi solusi yang berdampak,” ujarnya.

Rangkaian konferensi diisi dengan sejumlah sesi utama yang menghadirkan akademisi, praktisi sustainability, serta aktivis lingkungan.

Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas konsep dan teori, tetapi juga mengulas berbagai studi kasus terkait inovasi ramah lingkungan dan praktik keberlanjutan yang telah diterapkan di sejumlah daerah.

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan lomba presentasi makalah yang menampilkan gagasan-gagasan kreatif peserta dari berbagai universitas.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan ide inovatif sekaligus mendapatkan masukan langsung dari para pakar.

Primary Coordinator EcoGreen Project, Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, ST., M.Sc., PDEng, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya.

Ia menilai Unwahas sebagai mitra strategis dalam pengembangan ide dan aksi lingkungan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi ini. Semoga kerja sama dengan Unwahas dapat terus berlanjut untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai penutup kegiatan, peserta diajak mengikuti city tour mengunjungi sejumlah ikon Kota Semarang, seperti Kota Lama dan Lawang Sewu, sebagai bagian dari pengenalan nilai sejarah dan keberlanjutan kota.

Melalui konferensi ini, Unwahas menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Mualim)