Aceh Timur – Seekor hewan mamalia Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus)ditemukan mati di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Atakana yang berlokasi di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh
Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K,M.H mengatakan bangkai gajah tersebut ditemukan pada Rabu, 20 November 2019, sekira pukul 12:30 WIB.
Penemuan bangkai gajah tersebut kata Eko, awalnya diinformasikan oleh Kepala Produksi PT. Atakana, Zulfikar kepada petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Mahout (pawang gajah) Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur .
“Petugas BKSDA sedang melakukan patroli gajah di wilayah Kecamatan Ranto Peureulak mendapatkan laporan dari Zulfikar. Lalu tim langsung menuju ke lokasi dan melaporkan ke Polsek Ranto Peureulak dan Kantor BKSDA Aceh,” kata Eko,
Pada Kamis pagi, kata dia, Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Aceh Timur mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di sekitar lokasi gajah mati.
Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Aris Purwoko, S.I.K bersama anggotanya lalu melakukan penyisiran dalam radius 100 meter dari lokasi.Belum di katahui pasti mati nya gajah tersebut
Hasil nekropsi (pemeriksaan kematian) personel polisi bersama tim dokter BKSDA terhadap gajah yang diperkirakan berumur 25 tahun itu, kata dia, diperkirakan gajah itu mati sekitar lima hari yang lalu.
“Sempel yang diambil akan dibawah ke laboratorium di Medan guna diteliti apa penyebab kematian gajah tersebut. Untuk hasil lab itu sendiri, sekitar satu bulan ke depan baru bisa diketahui secara pasti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi ini,” kata Eko.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh atau meracuni satwa dilindungi karena melanggar undang-undang. (MR)



Tinggalkan Balasan