ACEH BARAT, BERITA MERDEKA Online – Pemerhati Mualaf Aceh Barat Dr. H. Herman, M.A menyambut baik atas himbauan ketua MPU Kabupaten Aceh Barat dan dukungan Ketua MPU Aceh, terkait himbauan kepada seluruh pengambil kebijakan yang ada di Aceh Barat agar dapat berperan aktif membantu mualaf yang ada di Aceh Barat sebagaimana yang diberitakan media masa dan online baru-baru ini.

Saya sangat setuju adanya gerakan pembinaan mualaf secara kontinue, terprogram dan berkelanjutan di Aceh Barat sebagai wujud mendukung program pembangunan pemerintah daerah, Kata Herman kepada awak media ini, Sabtu (6/4/2024).

Menurut Herman Selama ini pemerintah daerah sudah membantu mualaf melalui senif zakat dan infak setiap tahun melalui Baitul Mal, namun bantuan tersebut menurut penilaian ketua Forum Mualaf belum dapat memberikan solusi yang konprehensif dalam melindungi dan membina mualaf supaya mareka istiqamah dalam ajaran Islam.

“Mudah-mudahan sekarang, dengan terbentuk Forum Mualaf Aceh Barat secara resmi, maka pihak Baitul Mal dan instansi terkait lainnya akan mudah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam hal memberikan bantuan dan pembinaan terhadap mualaf yang ada di Aceh Barat,” terangnya.

Kemudian dari pihak kami selaku pemerhati mualaf merasa terpanggil hati untuk bekerja dengan forum mualaf dalam hal pembinaan mualaf secara rutin dan terjadwal di Meunadsah Al-Bayan Ujong Kalak Meulaboh.

Menurut hemat kami, pembinaan terhadap mualaf di Aceh Barat perlu ditingkat secara intensif, karena mareka sudah 2 (dua) tahun mengaji Metode Iqra’, tetapi sampai sekarang ini belum tamat. Begitu juga dalam hal kemampuan penguasaan tata cara shalat, puasa, zakat dan haji masih lemah serta pemahaman nilai-nilai ajaran agama Islam juga belum menemukan jati diri yang sesungguhnya selaku umat Islam.

Menurut Herman dan juga selaku dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sudah sepantasnya adanya gerakan pembinaan mualaf di Aceh Barat melalui program jangka pendek, program jangka menengah dan program jangka panjang. Program jangka pendek yang perlu direncanakan dan dilaksanakan secara kontinue dan permanen diantaranya, melaksanakan pengajian secara rutin di Meunasah Al-Bayan dan melakukan pembinaan mualaf dalam memahami ajaran Islam secara kaffah.

Sedangkan program jangka menengah kata Herman yang perlu dipikirkan dan dilaksanakan adalah mendata dan mengantarkan mualaf yang masih usia sekolah SD, SMP dan SMA untuk bisa belajar di sekolah/Madrasah atau diantar ke salah satu pondok-pondok pesantren yang ada di Kabupaten Barat.

Selanjutnya untuk program jangka panjang yang diwujudkan adalah merencanakan pengadaan tanah wakaf untuk membangun Media Center Forum Mualaf Aceh Barat, imbuhnya

“Semua ini, akan menjadi harapan dan tumpuan kita semua, agar mualaf yang ada di Kabupaten Aceh Barat betul-betul dapat kita lingdungi jiwa mareka, memenuhi hak-hak mareka, membina mareka dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mareka yang lebih layak serta selalu mendapat keredhaan dari Allah SWT,” pungkas pemerhati Mualaf Aceh Barat ini. (Almanudar)