Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Hari ini, Kamis, (13/7) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu membuka secara resmi kegiatan “Bimbingan Teknis Penulisan Cerita Rakyat Provinsi Bengkulu Tahun 2023” yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Restoran Lavenrice mulai hari ini hingga dua hari ke depan. Peserta yang terlibat dalan kegiatan ini adalah lima puluh orang mahasiswa yang terdiri atas 25 orang anggota Ikatan Duta Bahasa Provinsi Bengkulu dan 25 orang mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu, yaitu, Universitas Bengkulu, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Universitas Dehasen, Universitas Hazairin, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

“Saat ini zaman dan peradaban semakin berkembang dan beriringan dengan berkembang dan majunya teknologi. Kemudian, kondisi zaman yang sedang berkembang ini, tentu membawa pengaruh yang positif dan negatif bagi kehidupan kita berbangsa. Maka dari itu, kita berlu waspada dari pengaruh negative itu, karena dapat berpotensi mengikis budaya luhur bangsa kita. Sedangkan, budaya luhur itu adanya di dalam kesastraan kita,” kata Hamka Sabri.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk mengupayakan generasi muda agar mampu menapis dampak negatif atau pengaruh buruk dari kemajuan teknologi dan informasi saat ini. Oleh karena itu, generasi muda harus dikembalikan kecintaannya peda kesastraan Indonesia. Hal ini karena di dalam sastra Indonesia, terkandung nilai-nilai kehidupan, moral, sosial, budaya, dan agama yang luhur. Kemudian, hal ini juga sebagai salah satu yang dapat dilakukan agar meningkatnya kecintaan dan apresiasi generasi muda terhadap karya sastra Indonesia.

“Kantor Bahasa akan terus memberikan program-program kebahasaan, kesastraan, dan literasi kepada masyarakat Bengkulu karena ini adalah tugas dan tanggung jawab kami sebagai lembaga pemerintah yang memfasilitasi kegiatan-kegiatan literasi,” kata Laily.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Ibu Resy Novalia, M.Pd. mengatakan bahwa kami akan mendisain kegiatan bimbingan teknis ini menjadi kegiatan yang sangat menarik, sehingga dapat dikembangkan dalam penulisan antologi cerita rakyat. Kami, menamakan kegiatan ini dengan istilah bengkel sastra, yaitu bengkel sastra dapat didefinisikan sebagai tempat untuk berkegiatan atau berlatih menggunakan gaya bahasa secara tepat untuk menghasilkan karya tertulis yang indah (karya sastra). (Tim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.