Beritamerdekaonline.com, Pariaman –Pembukaan jalan lingkar selatan dilakukan secara gotong-royong dan swadaya masyarakat diapresiasi oleh Kementerian Pertanian. Direktur Kesmavet, Kementan RI, Syamsul Ma’arif, mengatakan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pariaman ini sangat baik, dimana jalan baru yang dibuat oleh Pemko Pariaman dibangun tanpa menggunakan Anggaran Daerah, dan diberikan secara cuma cuma oleh masyarakat, yang tanahnya digunakan untuk pembuatan jalan baru ini, ucapnya.
“Kami mengapresiasi upaya Kota Pariaman membuka jalan baru dengan non budgeter, yang juga dapat digunakan sebagai eco wisata, karena melalui kawasan pertanian, dan nantinya kita akan lihat apa yang bisa kita bantu disana,” tukasnya.
“Apalagi jalan baru yang dibuka sepanjang 7 KM dengan lebar 6-8 meter ini, tanpa menggunakan anggaran daerah dan tanahnya murni diserahkan masyarakat untuk pembangunan jalan baru ini, yang pada akhirnya mereka juga menikmati hasilnya nanti,” tutupnya.
Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kementan RI untuk mengajukan proposal pembangunan bantuan RPH ( Rumah Potong Hewan) dan Paket Pertanian Terintegrasi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (15/11).
Rombongan yang dipimpin oleh Genius Umar ini, juga membawa Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan, Dasril, Dinas Sosial, M. Rum dan inspektur, Alfian Harun, diterima oleh Direktur Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) Syamsul Ma’arif, di Kementerian Pertanian.
“Kementerian Pertanian mengapresiasi kegiatan Goro (gotong royong) pembukaan jalan baru dengan non badgeter, dan hal ini sangat di hargai oleh pemerintah pusat, apalagi di jalan yang baru ini juga melewati kawasan Pertanian,” ujarnya.
Genius menambahkan, ketahanan pangan menjadi permasalahan yang utama yang menjadi prioritas saat ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19, dimana pihaknya melalui Dinas Pertanian Pangan Perikanan, ingin sektor pangan baik dari sisi pertanian, peternakan dapat dipenuhi secara mandiri dari sumber daya yang ada di Kota Pariaman. Untuk itu upaya intensifikasi pertanian menjadi hal yang sangat mendesak saat ini, ulasnya.
“Kota Pariaman setiap tahun memang selalu surplus dalam penghasilan padi nya, tetapi hal itu tidak membuat kita berpuas diri dengan hasil tersebut, tetapi menjadi lecutan untuk kita terus berupaya melalui berbagai program dan kegiatan yang dapat semakin meningkatkan Ketahanan Pangan di daerah kita,” ungkapnya.
Mantan pejabat di DPD RI
Mantan pejabat di DPD RI ini juga menuturkan bahwa dengan adanya jalan baru ini, apalagi keberadaannya berada di tepi sungai dan melewati kebun jagung, akan menjadi sebuah destinasi baru, dengan konsep eco tourism, sehingga banyak pilihan wisatawan dan pengunjung untuk berwisata ke Kota Pariaman nantinya. (J/KN)




Tinggalkan Balasan