Pangkalpinang, Beritamerdekaonline.com – 23 September 2025. Dinamika politik di Bangka Belitung kembali memanas. Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, dinilai “loyo” karena belum mengambil sikap tegas terhadap kader partai, Monica Haprinda, yang juga istri dari Maulan Aklil (Bang Molen). Pasalnya, sang suami diketahui membelot ke partai lain demi mencalonkan diri pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025.
Monica Haprinda adalah anggota DPRD Babel Fraksi PDIP sekaligus Ketua Bappilu DPC PDIP Kota Pangkalpinang. Jabatan itu menempatkannya sebagai figur penting dalam pemenangan calon yang diusung PDIP. Namun, ketika partai berlaga di pilkada, Monica dinilai tidak tampil maksimal mendukung pasangan Prof. Udin & Cece Dessy, calon yang resmi diusung PDIP.
Gejolak internal ini mencuat usai Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025 yang digelar September lalu. Hasil pilkada menunjukkan pasangan Prof. Udin & Cece Dessy menang, sedangkan Bang Molen yang didukung partai lain harus menerima kekalahan.

Sejumlah kader PDIP mendesak DPD PDIP Babel memberikan sanksi tegas, termasuk pemecatan Monica. Alasannya, ketidakpatuhan Monica dan suaminya dianggap mencoreng disiplin partai. Seorang kader DPC PDIP Pangkalpinang menegaskan,
Baca Juga:
Suami Pindah Partai, Anggota DPRD Babel Monicha Haprinda Terancam Dipecat PDIP
“Kami mendukung DPD PDIP Babel menjatuhkan sanksi tegas terhadap Monica Haprinda karena ketidakpatuhan suaminya melawan perintah partai.
Beredar kabar bahwa Hendriyansen alias Ahok disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Monica melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Hal ini semakin memperkuat desakan agar Monica segera diberhentikan dari kursinya di DPRD.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan. Kader di akar rumput menilai lambannya respons DPD membuat citra partai dipertanyakan.
PDI Perjuangan dikenal sebagai partai yang ketat menegakkan disiplin organisasi. Bahkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kerap menegaskan bahwa kader yang tidak sejalan dengan garis partai harus diberi sanksi tegas. Jika DPD PDIP Babel tidak segera bertindak, gelombang desakan dari kader diprediksi akan semakin besar. (Png007)

Tinggalkan Balasan