Ketua IDI Kabupaten Agam, dr. Valencia, Sp.PA, MARS, Berharap Adanya Kolaborasi Dalam Penanganan Penyakit Ditengah Masyarakat Terdampak Bencana
Agam, Berita Merdeka Online — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat, dr. Valencia, Sp.PA, MARS, menjelaskan penyakit yang banyak di idap oleh masyarakat terdampak bencana adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit gangguan pada kulit (gatal), terangnya, saat pertemuan dengan awak media di RM. Lambok Jaya,pada Rabu 31/12/2025 di Lubuk Basung, Kabupaten
Penyakit-penyakit ini sudah lumrah terjadi di kala munculnya bencana baik bencana alam yang besar maupun bencana alam yang kecil yang memungkinkan para korban bencana di mobilisasi pada satu tempat sehingga muncullah penyakit-penyakit yang berbasis pada lingkungan ini.
Hal ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana, di samping itu kita tetap waspada terhadap perjalanan penyakit kronik yang diderita oleh penduduk sebelum bencana yang ketika pada saat bencana obatan-obatan untuk penyakit kronis itu habis seperti penyakit hipertensi, penyakit gula penyakit tiroid, atau pun penyakit gangguan jiwa dan lain-lain yang berdampak terhadap stressing bencana.
Sedangkan untuk mengantisifasi penyakit akibat bencana maka semua pihak wajib melakukan kolaborasi dan sinergitas di dalam penanggulangan hal tersebut artinya adalah kita tidak fokus pada dampak sosial saja dari setiap bencana tetapi juga fokus pada penanggulangan penyakit yang muncul akibat bencana dan gangguan jiwa ataupun stress atau psikologis akibat sebuah bencana.
Ketua IDI Cabang Agam dr. Valencia Sp.PA, MARS menilai begitu pentingnya kerjasama yang bersinergi dalam penanggulangan bencana, hingga dampak bencana terhadap penduduk dan masyarakat dapat diminimalisir.
Sebagai wadah, IDI selaku organisasi profesi yang beranggotakan seluruh dokter di kabupaten Agam melakukan penggalangan kekuatan baik dalam bentuk materiil moril, seluruh IDI Cabang dan wilayah se Indonesia untuk membantu masyarakat terdampak bencana, sehingga IDI dapat langsung memberikan bantuan, baik bantuan obat-obatan maupun pemeriksaan kesehatan, berikut kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Agam.
Ketua IDI Cabang Agam dr. Valencia, Sp.PA, MARS, yang juga dokter spesialis di RSUD Lubuk Basung, juga didampingi dr.Veni Novri Alti, juga dokter RSUD Lubuk Basung, menjelaskan, di samping IDI melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan bersama dokter umum dokter Puskesmas dan dokter spesialis juga memberikan obat-obatan yang berkualitas tinggi kepada pasien-pasien yang ada di lokasi bencana.

Semua pengobatan yang diberikan itu gratis, sekalian dilanjutkan dengan terapi psikologis terhadap mereka terdampak bencana. Selain obatan langsung yang diberikan kepada pasien, untuk hari-hari berikutnya IDI juga menitipkan obat itu kepada Puskesmas terdekat untuk dapat dilanjutkan pemberiannya pada fase-fase kontrol berikutnya
“Jangan masyarakat tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan itu untuk pengobatan penyakitnya bila sakit, obat-obatan sudah cukup, dan malah banyak. Obat tersebut, berasal bantuan IDI seluruh Indonesia. IDI seluruh Indonesia datang langsung ke Kabupaten Agam, untuk menolong masyarakat, agar masyarakat dipengungsian, termasuk masyarakat terdampak banjir tetap sehat”, jelas dr. Valencia.
Bantuan obat-obatan tersebut diserahkan untuk pengobatan masyarakat di daerah bencana alam di Kabupaten Agam, yang terjadi pada akhir November 2025, kesemua obat yang diberikan itu adalah obat berkualitas tinggi, atau kualitas terbaik, tutur dr. Valencia.
Menjawab pertanyaan wartawan, apakah semua obat itu kualitasnya sama, atau bagaimana. Tidak, tidak semua obat itu sama kualitas dan khasiatnya jelas dr. Valencia kepada 5 wartawan yang hadir dalam pertemuan dengan Ketua IDI Cabang Agam ini.
Adanya kemungkinan obat -Obatan yang paten yang dipertukarkan dengan obat standar, Ketua IDI Kabupaten Agam,dr. Valecia, belum mau berkomentar. “Kalau soal itu kita serahkan saja kepada dokter yang ada ditempat pelayanan kesehatan disana”, terang Ketua IDI Cabang Agam dr. Valencia Sp.PA, MARS.
Terkait dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana selama masa tanggap darurat kiranya, Pemda Agam melalui kepala Dinas kesehatan Kabupaten Agam, diminta dengan lapang dada dapat memberikan kelonggaran bagi para dokter-dokter yang ingin mengabdikan diri ditengah masyarakat yang terkena penyakit.
Pada kondisi kini, masyarakat sangat butuh pelayanan dapat tertanggulangi dengan baik, apalagi masyarakat yang mengalami penyakit kronik yang berat seperti hipertensi sakit gula sakit tiroid ataupun sakit jantung dapat dilayani, ujar dokter Valencia.
“ IDI berharap pihak BPBD Kabupaten Agam dan instansi terkat dapat berkolaborasi dengan IDI Cabang Agam untuk terlibat turun ke lapangan dalam penanganan Masyarakat. Dan IDI hingga kini masih mempunyai dana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana. Terus terang, terkait obat-obatan yang di perlukan masyarakat hingga kini masih ada dan IDI siap memberikan pelayanan serta pengobatan secara gratis. ”, ujar dokter Valencia yang hampir dua tahun memimpin IDI Agam. (KN)




Tinggalkan Balasan