Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas pertanian produktif.

Salah satu potensi yang mulai diperkenalkan kepada warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, adalah budidaya tanaman kopi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dan ekonomi desa.
Komandan Kodim 0714/Salatiga selaku Dansatgas TMMD mengatakan, pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat agar memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“TMMD hadir untuk membantu masyarakat membangun desa dari berbagai aspek. Selain infrastruktur, kami juga mendorong pengembangan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya komoditas kopi,” kata Dandim, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, tanaman kopi memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil panennya.

Dalam berbagai kegiatan nonfisik TMMD, Satgas bersama pihak terkait memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan produktif. Warga didorong untuk mengembangkan tanaman yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dandim menjelaskan, pengembangan kopi tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian desa dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal kebutuhan pokok, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki sumber penghasilan yang kuat dan berkelanjutan. Kopi menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 sendiri berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Berbagai sasaran fisik dan nonfisik dilaksanakan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain pembangunan jalan dan sarana pendukung lainnya, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga desa.

Melalui pengembangan komoditas kopi, Satgas TMMD berharap masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ketahanan desa secara berkelanjutan. (Naz Koto)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.