Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Akses pembiayaan bagi pelaku usaha di Provinsi Bengkulu terus berkembang. Hingga 10 September 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp3,05 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 35.843 debitur.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu tersebut menunjukkan penyaluran KUR telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, penyaluran KUR tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan nilai pembiayaan yang berbeda.
“Penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu sampai dengan 10 September 2026 mencapai Rp3,05 triliun dengan jumlah 35.843 debitur. Penyalurannya tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu,” kata Zaid.
Kabupaten Kepahiang tercatat sebagai daerah dengan nilai penyaluran KUR terbesar, yakni Rp572,45 miliar kepada 5.306 debitur.
Selain Kepahiang, penyaluran KUR di Kabupaten Lebong juga tercatat cukup tinggi, yakni Rp570,76 miliar kepada 6.099 debitur. Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Tengah mencapai Rp459,23 miliar kepada 4.581 debitur.
Kemudian, Kabupaten Kaur mencatat penyaluran sebesar Rp346,56 miliar kepada 4.575 debitur, sedangkan Kabupaten Rejang Lebong mencapai Rp306,67 miliar kepada 3.622 debitur.
Sementara itu, penyaluran KUR di Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai Rp209,40 miliar kepada 3.274 debitur. Kota Bengkulu tercatat Rp204,54 miliar kepada 2.386 debitur dan Kabupaten Seluma sebesar Rp174,14 miliar kepada 2.453 debitur.
Adapun Kabupaten Mukomuko tercatat menerima penyaluran KUR sebesar Rp119,48 miliar kepada 1.835 debitur. Kabupaten Bengkulu Utara menjadi wilayah dengan nilai penyaluran paling kecil, yakni Rp92,20 miliar kepada 1.712 debitur.
Wiraswasta Dominasi Penerima KUR
Berdasarkan jenis pekerjaan, kelompok wiraswasta menjadi penerima KUR terbesar di Provinsi Bengkulu.
Tercatat sebanyak 29.051 debitur dari kelompok wiraswasta memperoleh pembiayaan dengan total nilai mencapai Rp2,44 triliun.
Selanjutnya, kategori lain-lain atau badan usaha tercatat sebanyak 3.894 debitur dengan nilai penyaluran Rp409,10 miliar. Sementara itu, petani yang menerima KUR tercatat sebanyak 2.117 debitur dengan nilai penyaluran Rp137,54 miliar.
Zaid mengatakan, keberagaman penerima tersebut menunjukkan pembiayaan KUR telah menjangkau berbagai jenis kegiatan ekonomi masyarakat.
“Berdasarkan jenis pekerjaan, mayoritas debitur KUR merupakan wiraswasta, yakni sebanyak 29.051 debitur dengan nilai penyaluran Rp2,44 triliun. Selain itu, terdapat kategori lain-lain atau badan usaha dan petani,” ujarnya.
Menurut Zaid, sektor usaha penerima pembiayaan KUR juga cukup beragam. Tidak hanya perdagangan, pembiayaan tersebut mencakup sektor pertanian, perkebunan, industri dan pengolahan, jasa kesehatan, penyediaan makanan dan minuman, restoran atau rumah makan, kehutanan, perikanan hingga transportasi.
“Sektor usaha atau debitur yang tercatat cukup beragam, meliputi perdagangan, pertanian, perkebunan, industri atau pengolahan, jasa kesehatan, penyediaan makanan dan minuman, restoran atau rumah makan, kehutanan, perikanan, termasuk transportasi,” kata Zaid.
Penyaluran Ultra Mikro Capai Rp84,41 Miliar
Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga telah disalurkan kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan data per 10 September 2026, jumlah debitur pembiayaan Ultra Mikro mencapai 12.356 orang dengan total nilai penyaluran Rp84,4185 miliar.
Kabupaten Bengkulu Selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah debitur Ultra Mikro terbanyak, yakni 2.755 debitur dengan total penyaluran Rp20,8485 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Rejang Lebong memiliki 2.277 debitur dengan nilai penyaluran Rp16,6565 miliar. Kabupaten Seluma tercatat sebanyak 1.209 debitur dengan penyaluran Rp8,8475 miliar.
Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki 1.177 debitur dengan total penyaluran Rp6,929 miliar. Kabupaten Lebong sebanyak 956 debitur dengan penyaluran Rp6,4055 miliar.
Sementara itu, Kota Bengkulu tercatat memiliki 940 debitur dengan nilai penyaluran Rp5,5595 miliar.
Kabupaten Bengkulu Utara memiliki 805 debitur dengan penyaluran Rp5,5785 miliar, Kabupaten Kaur sebanyak 812 debitur dengan Rp5,029 miliar, Kabupaten Mukomuko sebanyak 791 debitur dengan Rp4,8585 miliar, serta Kabupaten Kepahiang sebanyak 634 debitur dengan nilai penyaluran Rp3,706 miliar.
Zaid menambahkan, penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha tersebut mencerminkan keberagaman kegiatan ekonomi masyarakat di Provinsi Bengkulu.
“Secara umum, sektor usaha atau debitur yang tercatat cukup beragam. Mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, industri atau pengolahan, jasa kesehatan, penyediaan makanan dan minuman, restoran atau rumah makan, kehutanan, perikanan, termasuk transportasi,” ujarnya.
Penyaluran KUR dan pembiayaan Ultra Mikro tersebut menjadi salah satu bentuk akses permodalan bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Data hingga September 2026 juga menunjukkan pembiayaan telah menjangkau sektor usaha dengan karakteristik dan skala yang beragam.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan