GROBOGAN, Berita Merdeka Online – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian.

Salah satunya diwujudkan dengan memanen terong hasil budidaya warga binaan di lahan produktif lingkungan lapas, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan yang tersedia agar menghasilkan produk pangan sekaligus memberikan pengalaman kerja bagi warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung mulai dari perawatan tanaman hingga proses panen.

Mereka juga mendapat kesempatan mempelajari keterampilan pertanian yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Program ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai pembinaan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan kegiatan pertanian tidak semata-mata mengejar hasil produksi.

Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membangun keterampilan dan mendorong warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui kegiatan budidaya dan panen terong ini, kami ingin mendorong warga binaan agar lebih produktif serta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan secara produktif dapat menjadi sarana pembelajaran yang memberikan nilai tambah.

Warga binaan tidak hanya mengenal teknik budidaya tanaman, tetapi juga memahami proses pengelolaan hasil pertanian.

Terong yang telah dipanen selanjutnya akan dipasarkan. Dengan langkah tersebut, kegiatan pertanian diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan warga binaan pada tahapan usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk pembekalan agar warga binaan memiliki kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha atau bekerja setelah bebas.

Lapas Purwodadi pun berupaya melanjutkan pengembangan pertanian produktif sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Optimalisasi lahan di lingkungan lapas diharapkan dapat memperkuat produktivitas sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Purwodadi berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan untuk kembali berperan positif di masyarakat.

 

Editor: Mualim


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.