Aceh Utara, Beritamerdekaonline.com – kucuran anggaran Dana Desa dalam penanganan Covid-19 tak berfungsi maksimal dan terkesan penghamburkan uang negara.

Saat ini aceh utara masing dalam katagori zona kuning dan baru baru ini dirilis oleh tim gugus Covid-19 aceh memperlihatan penambahan korban Covid-19.

Pengamatan media dilapangan di sejumlah desa terlihat lalu lalang orang luar dimasa lebaran idul adha dan terlihat juga lengahnya pengawasan posko Covid-19 tak terjaga oleh pengawasan tim covid dan tak berfungsi di sejumlah desa malah posko sudah tidak ada lagi.

Kucuran anggaran Dana Desa hampir 3M yang diterima masing masing desa sebesar Rp 25 jt sampai Rp 30 jt.

Kadis DPMG Aceh Utara Fachrurrazi kepada Beritamerdekaonline mengatakan, “Persoalan banyak tamu dan masyarakat lalu lalang saat lebaran, hal tersebut memang tidak bisa dipungkiri olehkarenanya kita minta kepada semua masyarakat saat melakukan aktivitasnya untuk selalu mematuhi dan menjalankan Protokol kesehatan”.

“Terkait pos Covid-19, Desa mana saja yang tidak ada lagi Posko Relawan Cegah Covid, biar kita minta bantu sama Pak Camat nya untuk menegur Kades yang bersangkutan” Ucapnya Fachrurrazi.

“Kondisi ini tidak mungkin kita bebankan tanggung jawabnya hanya kepada Relawan Desa semata, mereka adalah relawan yang berkerja bermodalkan keikhlasan dan ketulusan serta tanpa ada honor dan gaji. Makanya perlu ada kesadaran bersama dalam menghadapi upaya pencegahan wabah pandemi Covid” tegas kadis.

“Tidak ada kucuran dana dari manapun juga sebesar hampir Rp. 3 Milyar untuk relawan desa cegah Covid, yang ada bahwa Semua Gampong dapat mengalokasikan Dana Desa kepada Tim Relawan Desa Cegah Covid tersebut sebesar Rp 25 jt sampai Rp 30 jt, untuk biaya operasional Tim Relawan tersebut, serta perlengkapan yang dibutuhkan dan tidak bisa untuk honor”, tutupnya.

Penulis: (zulkifli)

Editor: (Mitra Pizer)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.