Kabupaten Semarang, Beritamerdekaonline – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga tidak hanya menjadi sarana pembangunan infrastruktur, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antara prajurit TNI dan masyarakat. Hal itu terlihat saat anggota Satgas TMMD, Prajurit Dua (Prada) Vicky, melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah seorang perajin besek di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (20/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prada Vicky menyambangi kediaman Bapak Warto (57), warga yang dikenal memiliki keterampilan mengolah limbah kayu menjadi besek atau wadah anyaman kayu yang banyak digunakan sebagai kemasan ikan bandeng dan ikan pindang.

Kegiatan anjangsana berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Selain bersilaturahmi, Prada Vicky juga berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan besek serta mendengarkan pengalaman Bapak Warto dalam mengembangkan usaha rumahan yang telah menjadi salah satu sumber penghasilan keluarganya.

Bapak Warto menjelaskan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari limbah kayu yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Melalui keterampilan dan ketekunan, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang memiliki pasar cukup luas, terutama untuk kebutuhan pengemasan hasil olahan ikan.

“Limbah kayu yang biasanya dianggap tidak memiliki nilai, ternyata bisa diolah menjadi besek yang banyak dibutuhkan untuk kemasan ikan bandeng maupun ikan pindang. Alhamdulillah, usaha ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Bapak Warto.
Menurutnya, permintaan besek masih cukup stabil karena banyak pelaku usaha pengolahan ikan yang memilih menggunakan kemasan tradisional yang ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika tersendiri.

Prada Vicky mengaku terkesan dengan kreativitas dan semangat yang ditunjukkan Bapak Warto dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai jual.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami. Selain menjalankan tugas dalam program TMMD, kami juga dapat belajar langsung dari masyarakat mengenai potensi usaha yang ada di desa. Kreativitas seperti yang dilakukan Pak Warto sangat inspiratif karena mampu mengubah limbah menjadi sumber penghasilan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa usaha berbasis pemanfaatan limbah seperti ini memiliki manfaat ganda, yakni membantu menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan anjangsana yang dilakukan Satgas TMMD merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui interaksi langsung dengan warga, anggota Satgas dapat mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat sekaligus menggali berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan desa.

Program TMMD Reguler Ke-129 di Desa Cukil tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan dan renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki desa.


Keberhasilan Bapak Warto mengolah limbah kayu menjadi besek menjadi contoh nyata bahwa peluang ekonomi dapat tumbuh dari kreativitas dan ketekunan. Kisah tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang ada guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung perekonomian desa. (Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.