SRAGEN, Berita Merdeka Online – Program TMMD Reguler ke-128 yang berlangsung di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, membawa banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selain fokus membangun infrastruktur desa, kehadiran anggota Satgas TMMD juga memberi dampak positif dalam kehidupan sosial warga, termasuk bagi para siswa SD Negeri Plumbungan IV.
Anak-anak yang awalnya jarang bertemu dengan anggota TNI sempat merasa malu dan takut.
Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai akrab dengan para prajurit yang tinggal di rumah-rumah warga sebagai induk semang.
Sikap ramah dan penuh perhatian dari anggota Satgas TMMD membuat anak-anak semakin nyaman hingga berani menyapa dan mengajak berbincang.
Kedekatan itu kembali terlihat saat anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 berkunjung ke SD Negeri Plumbungan IV, Sabtu (2/5/2026).
Kehadiran para prajurit langsung disambut antusias oleh para siswa yang berlarian mendekat dan berkumpul di halaman sekolah.
Suasana semakin meriah ketika para anggota TNI membagikan majalah Gema Diponegoro secara gratis kepada para siswa.
Anak-anak tampak berebut ingin mendapatkan majalah tersebut karena khawatir tidak kebagian.
Kepala SD Negeri Plumbungan IV, Intan Palupi, S.Pd.SD, mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan anggota Satgas TMMD yang membawa majalah edukatif bagi para siswa.
Menurutnya, pembagian majalah tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus mengenalkan lebih dekat dunia TNI.
“Anak-anak sangat senang, karena di dalam majalah itu ada gambar tentara yang gagah, tank, pesawat, kapal perang, dan berbagai perlengkapan militer lainnya. Banyak dari mereka yang mulai bercita-cita menjadi tentara sejak melihat bapak-bapak TNI membangun jalan di desa ini,” ujar Intan.
Ia menambahkan, kehadiran TNI di Desa Puro memberikan inspirasi tersendiri bagi para siswa.
Selain membantu pembangunan fisik desa, para prajurit juga menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal disiplin, semangat, dan rasa cinta tanah air.
Intan berharap anggota Satgas TMMD dapat lebih lama berada di Desa Puro agar pihak sekolah bisa mengajak mereka berbagi pengetahuan kepada para siswa, seperti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), tata cara upacara bendera, hingga sosialisasi bela negara dan wawasan kebangsaan.
Menurutnya, pendidikan karakter dan semangat nasionalisme perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan negara.




Tinggalkan Balasan